Masa Sekolah Rakyat Sampai Sekolah Lanjutan Atas

MASA SEKOLAH RAKYAT SAMPAI SEKOLAH LANJUTAN ATAS

Tahun Ajaran 1948/1949 s/d 1950/1951 belajar pada Sekolah Rakyat 3 tahun Desa Pontodon, kemudian dilanjutkan ke Sekolah Rakyat 6 tahun di Togop Kotamobagu sampai tamat tahun ajaran 1953/1954.

Selama pendidikan di Sekolah Rakyat, tiap menerima Raport Triwulanan selalu menjadi murid yang berprestasi dengan rangking I atau II dan paling rendah peringkat III.

Diluar sekolah tidak ada yang dikatakan pekerjaan rumah atau dibaca kembali di rumah karena semua pelajaran ditulis pada batu tulis yang bila selesai pelajaran yang satu, dihapus untuk pelajaran berikutnya sehingga tidak ada pelajaran yang dibawa pulang kerumah.

Waktu di rumah semuanya digunakan membantu orang tua di kebun atau pekerjaan-pekerjaan lainnya. Jarak rumah kebun ke sekolah tiap harinya ditempuh dengan berjalan kaki.

Khusus pada hari Ahad dan Libur biasanya diisi dengan mengikuti kegiatan Kepanduan Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) yang Pimpinan Pusatnya diketuai oleh HOS.Cokroaminoto.

Selesai Sekolah Rakyat ingin melanjutkan ke Sekolah Guru Bawah (SGB) agar segera dapat membantu orangtua sebagai guru pada Sekolah Rakyat.

Pada tahun 1954 itu Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri dibuka di Kotamobagu sebagai Ibukota Kabupaten Bolaang Mongondow. Oleh kakak sepupu A. S. Mokoginta yang pada waktu itu sudah Pegawai Negeri, saya dimasukkan kedalam Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri. Kelas I dan II di SMP mendapat pelajaran Ilmu Pasti, Ilmu Sosial, Ilmu Bahasa dan Ilmu Penunjang lainnya. Di kelas III saya duduk dikelas B (Ilmu Pasti).

Selama belajar di SMP Negeri ini tiap kwartal menerima Raport dengan peringkat I sampai tamat SMP B tahun 1957.

Kegiatan diluar sekolah selama di SMP Negeri, 5 (lima) sekawan Subari Damopolii, Rustam Mokoginta, Saiun Mokoginta, Hadin Mokoginta dan Tilung Mokoginta, membentuk kelompok gotong royang (Posad) yang tiap harinya bekerja dari kebun ke kebun anggota kelompok. Semua pekerjaan dari membersihkan rumput, pada tanaman padi, jagung, kopi dan kelapa, di sawah, atau ladang sampai pada panjat kelapa dan mengupasnya untuk dijadikan kopra.

Sebagai anak petani yang selalu terdorong membantu orangtua, setelah tamat SMP ingin melanjutkan ke Sekolah Guru Atas (SGA) supaya menjadi guru pada SMP. Keinginan ini tidak terpenuhi karena kakak sepupu Abdullah Mokoginta BA, mendaftarkan saya dan Rustam di SMA Negeri Tomohon jurusan Ilmu Pasti (B) pada tahun ajaran 1957/1958.

Pendidikan di SMA ini terhenti sampai tahun ajaran 1958/1959 karena adanya pemberontakan Perjuangan Semesta (PERMESTA) yang diproklamasikan di Makassar tanggal 2 Maret 1957. Pemberontakan ini sangat terasa akibat dari kekejamannya atas penduduk Bolaang Mongondow, seperti penganiayaan, pemerkosaan, pembunuhan dan terakhir dengan pembumi hangusan seluruh rumah penduduk. Selama tidak sekolah, saya bersama kakak ipar Y.C.Mokoginta yang pada waktu itu menjadi Camat di Bintauna. Alhamdulillah tahun 1959 Bolaang Mongondow dapat direbut dan diduduki oleh TNI, dan mulailah kehidupan aman damai dalam lingkungan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pendidikan saya bersama saudara sepupu Rustam Mokoginta dan Tilung Mokoginta dapat berlanjut ke SMA Negeri Gorontalo, dibawa oleh kakak sepupu Drs. Abdullah Mokoginta yang pada waktu itu menjadi perwakilan Pemerintahan Bolaang Mongondow di Gorontalo.

Masing-masing saudara Tilung Mokoginta duduk pada jurusan Bahasa dan Sastera ( “A” ), saya pada jurusan Ilmu Pasti ( “B” ), dan saudara Rustam Mokoginta pada jurusan Sosial Ekonomi ( “C” ). Selama di SMA Negeri Gorontalo selalu menjadi juara umum, dan berakhir tepat waktu tahun 1962.

Sekali lagi saya berniat menjadi guru dengan bermaksud masuk Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Iklan

One thought on “Masa Sekolah Rakyat Sampai Sekolah Lanjutan Atas

  1. Ping-balik: Alhamdulillah | Bacaan Indah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s