Rambu-Rambu Jalan Menuju Negeri Barzah

RAMBU-RAMBU WAJIB DAN SUNAT

 

  1. Seringlah mengingat Kematian.

ﻋ۔ﻥ ﺃﺑﻲ ﻫ۔ﺭ ﻳـﺭﺓ ﻗﺎﻝ׃ ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻭﻝ ﺍﻟﻟـﻪ ﺹ ﺃﻛـﺛـﺭﻭﺍﺫﻛﺭﻫﺎﺫﻡ ﺍﻟﻟﺫﺍﺕ ﺍﻟﻣـﻭﺕ ۰﴿ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺗﺭﻣﺫﻱ

Dari Abu Khurairah r.a. ia berkata : Rasulullah saw. bersabda: “Sering – seringlah mengingat pelebur kenikmatan yaitu Kematian”. (HR.At Tirmidzi)

 

  1. Berharap kematian dengan berdo’a.

ﻋ۔ﻥ ﺃﻧ۔ﺱ ﻗﺎﻝ׃ ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻭﻝ ﺍﻟﻟﻪ ﺹ۰۰۰۰۰ﻓ۔ﻟ۔ﻳﻗ۔ﻝ׃ ﺍﻟﻟﻫ۔ﻡﺃﺣﻳ۔ﻧﻲ ﻣﺎﻛﺎﻧﺕ ﺍﻟﺣﻳﺎﺓ ﺧﻳﺭﺍﻟﻲ ﻭﺗﻭﻓﻧﻲ ﻣﺎﻛﺎﻧﺖ ﺍﻟﻭﻓﺎﺓ ﺧﻳﺭ ﺍﻟﻲ۰﴿ﻣﺗﻓﻕﻋﻟﻳﻪ

Dari Anas r.a. ia berkata bahwa Rasulullah saw telah bersabda: . . . . . . . .jika harus berharap, berdo’alah: Ya Allah biarkan aku tetap hidup kalau memang hidup itulah yang terbaik untukku, dan matikanlah aku kalau memang kematian itulah yang terbaik untukku. (Muttafaq alaih).

 

  1. Membacakan Surat Yaasiin disisi orang yang akan mati.

ﻋـﻥ ﻣـﻌـﻗـﻝ ﺑـﻥ ﻳـﺳﺎﺭ ﺃﻥ ﺍﻟـﻧـﺑﻲ ﺹ ﻗﺎﻝ׃ ﺇﻗـﺭﺌﻭﺍﻋـﻟﻰ ﻣﻭﺗﺎﻛـﻡ ﻳـﺱ ﴿ﺭﻭﺍﻩ ﺃﺑـﻭﺩﺍﻭﺩ

Dari Ma’qil bin Yasar, Nabi saw. bersabda : “Bacakanlah surat Yaasiin kepada orang-orang yang akan meninggal dunia di antara kalian”.

 

  1. Mentalqinkan orang yang akan mati.

ﻋـﻥ ﺃﺑﻲ ﺳـﻌـﻳـﺩ ﻭﺃﺑﻲ ﻫﺭ ﻳﺭﺓ ﻗﺎﻝ׃ ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻭﻝ ﺍﻟﻟﻪ ﺹ׃ ﻟﻗ۔ﻧﻭﺍﻣ۔ﻭﺗﺎﻛ۔ﻡ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻟﻪ۰﴿ﺭﻭﺍﻩ ﻣ۔ﺳ۔ﻟ۔۔ﻡ ﻭﺍﻷﺭﺑ۔ﻌ۔۔ﺔ

Dari Abu Sa’id dan Abu Khurairah r.a. mereka berkata: bersabda Rasulullah saw.: “Tuntunlah orang-orang yang akan meninggal dunia di antara kalian dengan kalimat La ilaha illallah.” (HR. Muslim).

5. Memejamkan mata dan mendo’akan mayit.

ﻋ۔ﻥ ﺃﻡ ﺳ۔ﻟ۔ﻣﺔ ﻗﺎﻟﺕ׃ ﺩﺧﻝ ﺭﺳﻭﻝ ﺍﻟﻟﻪ ﺹ ﻋ۔ﻟﻰ ﺃﺑﻲ ﺳ۔ﻟﻣﺔ ﻭﻗ۔ﺩﺷ۔ﻕ
ﺑ۔ﺻﺭﻩ ﻓ۔ﺄﻏ۔ﻣ۔ﺿﻪ۰۰۰۰۰۰۰۰ﺛ۔ﻡ ﻗﺎﻝ׃ ﺍﻟﻟ۔ﻫ۔ﻡ ﺍﻏ۔ﻓ۔ﺭﻷﺑﻲ ﺳﻟ۔ﻣﺔ
ﻭﺍﺭﻓ۔ﻊ ﺩﺭﺟ۔ﺗﻪ ﻓﻲ ﺍﻟ۔ﻣ۔ﻬ۔ﺩ ﻳ۔ﻳ۔ﻥ ﻭﺍﻓ۔ﺳﺢ ﻟﻪ ﻓﻲ ﻗ۔ﺑﺭﻩ ﻭﻧﻭﺭ ﻟﻪ ﻓ۔ﻳﻪ
ﻭﺍﺧﻟ۔ﻓﻪ ﻓﻲﻋ۔ﻗ۔ﺑﻪ۰﴿ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺳﻟ۔ﻡ﴾

Dari Ummu Salamah r.a. yang menuturkan: Rasulullah saw. Menjenguk Abu Salamah yang matanya masih terbuka. Setelah memejamkan matanya , . . . . . selanjutnya beliau berdo’a: “Ya Allah, ampunilah Abu Salamah, angkatlah derajatnya beserta orang-orang yang mendapat petunjuk, berikan kelapangan untuknya di kuburnya, berilah ia penerangan di kuburnya dan berilah penggantinya pada keturunannya.” (HR. Muslim)

6. Menutupi mayit dengan selimut.

ﻋ۔ﻥ ﻋﺎءﺷﺔ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻟﻪ ﻋ۔ﻧ۔ﻬﺎ׃ ﺃﻥ ﺍﻟﻧ۔ﺑﻲ ﺹ ﺣ۔ﻳ۔ﻥ ﺗ۔ﻭ ﻓﻲ ﺳ۔ﺟﻲ ﺑﺑ۔ﺭﺩﺣ۔ﺑ۔ﺭﺓ ۰﴿ﻣ۔ﺗ۔ﻓ۔ﻕﻋ۔ﻟ۔ﻳﻪ

Dari Aisyah r.a. bahwa ketika Nabi saw. wafat, Jenazah beliau ditutup dengan selimut lurik dari Yaman. (Muttafaq alaih).

7. Menyiarkan berita kematian.

ﻋ۔ﻥ ﺃﺑﻲ ﻫ۔ﺭ ﻳ۔ﺭﺓ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻟﻪ ﻋ۔ﻧﻪ׃ ﺃﻥ ﺍﻟ۔ﻧ۔ﺑﻲ ﺹ ﻧ۔ﻌﻰﺍﻟ۔ﻧ۔ﺟﺎﺷﻲ
ﻓﻲ ﺍﻟ۔ﻳ۔ﻭﻡ ﺍﻟﺫﻱ ﻣﺎﺕ ﻓ۔ﻳﻪ ﻭﺧﺭﺝ ﺑﻬ۔ﻡ ﺇﻟﻰ ﺍﻟ۔ﻣ۔ﺻﻟﻰ ﻓ۔ﺻﻑ ﺑ۔ﻬ۔ﻡ
ﻭﻛ۔ﺑ۔ﺭﻋ۔ﻟ۔ﻳﻪ ﺃﺭﺑ۔ﻌﺎ۰﴿ﻣ۔ﺗ۔ﻓ۔ﻕﻋ۔ﻟ۔ﻳﻪ

Dari Abu Khurairah r.a. “Nabi saw menyiarkan berita kematian An Najasyi pada hari kematiannya. Beliau keluar bersama para sahabat ke tempat shalat. Lalu beliau merapikan barisan mereka dan bertakbir empat kali atasnya. (Muttafaq alaih).

 

Sumber Gambar : thayyiba.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s