Menjadi orang Muhammadiyah harus berani dikafir-kafirkan, Berani diolok-olok, Bersedia diejek, Berani dikucilkan

AR. Fachrudin (Ketua Umum PP Muhammadiyah 1971-1985)

MUHAMMADIYAH itu bukan agama, dan bukan mazhab. Muhammadiyah itu juga bukan aliran. Muhammadiyah hanyalah nama suatu perkumpulan. Yang menjadi warga Muhammadiyah adalah rakyat Indonesia yang merasa cocok dan menyetujui maksud dan tujuan Muhammadiyah. Karenanya dia haruslah seorang yang beragama Islam.

Apakah benar bahwa syahadat orang Muhammadiyah itu berbeda dengan syahadatnya orang-orang Islam lainnya? Ada orang yg menceriterakan bahwa syahadatnya orang Muhammadiyah itu ucapannya: Asyhadu alla ila-ha illallah, Maliki yaumiddin.

Ah, tidak benar. Tidak demikian.

Syahadatnya orang Muhammadiyah adalah asyhadu alla ila-ha illallah wa-asyhadu anna muhammadarrasulullah.

Bagaimana rukun lslamnya orang Muhammadiyah?

Rukun Islamnya orang Muhammadiyah adalah: (1) Syahadat, (2) Shalat, (3) Zakat, (4) Puasa di bulan ramadhan, dan (5) Haji.

Bagaimana rukun iman-nya orang Muhammadiyah?

Rukun imannya orang Muhammadiyah juga ada enam. (1) Iman kepada Allah, (2) Iman kepada Malaikat, (3) Iman kepada Kitab-Kitab Allah, (4) Iman kepada Nabi, Rasul utusan Allah, (5) Iman kepada Hari Qiyamat, dan (6) Iman kepada Takdir.

Demikianlah, Syahadat, Rukun Islam dan Rukun Iman para anggota Muhammadiyah.

Siapa saja yang masuk menjadi anggota perkumpulan atau organisasi Muhammadiyah?

Ketika Kiai Haji Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah, dengan ikhlas beliau berdoa kepada Allah semoga setidak-tidaknya semua suku bangsa Indonesia oleh Allah dikaruniai kegembiraan memasuki perkumpulan Muhammadiyah. Doa dan permohonan itu diucapkan Kiai Dahlan pada tanggal 8 Dzulhijjah tahun 1330 Hijriyah bertepatan dengan tanggal 18 November 1912 Masehi.

Apakah doa dan permohonan Kiai Dahlan dewasa ini sudah terkabulkan?

Kalau dikabulkan, ya belum dikabulkan Allah secara sepenuhnya. Tetapi alhamdulillah, sudah bernama Iumayanlah. Di semua provinsi di Indonesia di tahun 1992 ini sudah berdiri Pimpinan Muhammadiyah kecuali di kota Dilli, Timor Timur, yang secara resmi belum berdiri.

Pada tahun-tahun permulaan, Kiai Dahlan juga memohon kepada Allah mudah-mudahan warga Muhammadiyah dikaruniai keikhlasan hati, bersedia mengurbankan harta, tenaga dan pikiran bagi tegak dan syiarnya agama Islam.

Apakah keinginan yang demikian itu sudah terwujudkan?

Kalau dikabulkan secara sepenuhnya, kiranya juga belum. Tetapi dapat disaksikan, kenyataannya juga sudah lumayan. Di cabang-cabang yang anggotanya masih berjumlah dua puluh-tiga puluh orang sudah mampu mendirikan sekolah Taman Kanak-kanak Aisyiyah dan Sekolah Dasar Muhammadiyah. Malah ada yang sudah mampu mendirikan Madrasah Diniyah Muhammadiyah.

Malah ada Saudara yang belum menjadi anggota Muhammadiyah sudah dengan ikhlas mendirikan Rumah Sakit Muhammadiyah. Juga ada warga Muhammadiyah, yang karena dipercaya menjadi Pimpinan Muhammadiyah yang tidak memperoleh gaji, secara ikhlas lebih memilih keluar dari pekerjaannya yang bergaji Rp 250.000.

Ada warga Muhammadiyah, yang di zaman penjajahan Belanda menjadi Raja di Gorontalo dengan mendapat tanah, kekuasaan dan gaji. Tetapi karena aktif memimpin dan menggerakkan Muhammadiyah, oleh Pemerintah Belanda diminta memilih. Menjadi Pimpinan Muhammadiyah tanpa gaji, atau memilih tetap menjadi Raja Gorontalo. Yang bersangkutan ternyata lebih memilih menjadi Pimpinan Muhammadiyah yang tanpa gaji tetapi dapat membela dan menegakkan agama Islam, agamanya Allah.

Malah ada saudara dari perkumpulan Nahdlatul Ulama di Sidoarjo, Jawa Timur, yang dengan ikhlas mendirikan gedung sekolah Muhammadiyah, mulai dari Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama hingga Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah.

Masih banyak lagi warga Muhammadiyah di Kalimantan, Sulawesi, Sumatra, dan Pulau Jawa dan lain-lainnya bersedia mewakafkan dan mengamaljariyahkan untuk tempat-tempat amal-amal usaha Muhammadiyah. Masjid dan mushalla, sekolah dan perguruan tinggi, rumah sakit, rumah yatim dan lain-lainnya. Malah di tahun 1991, seorang warga Muhammadiyah di Medan, Sumatra Utara, yang tidak bersedia disebut-sebut namanya, dengan ikhlas mewakafkan tanahnya seluas kurang lebih 25 hektar untuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Jadi, alhamdulillah doa dan permohonan Kiai Haji Ahmad Dahlan sudah secara Iumayan dikabulkan oleh Allah, walau belum secara sempurna.

Apakah Bapak-bapak dan lbu-ibu berkeinginan masuk menjadi warga perkumpulan Muhammadiyah? Wah, jangan terburu-buru. Saya minta menyimak Muhammadiyah secara sungguh-sungguh dahulu. Menjadi orang Muhammadiyah harus berani dikafir-kafirkan. Berani diolok-olok. Bersedia diejek. Berani dikucilkan.

Menjadi orang Muhammadiyah harus sabar. Ada yang menyatakan orang Muhammadiyah itu bila kematian, seperti halnya tengah kematian kucing, tidak disurtanah, tidak melakukan peringatan 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari, 1000 hari atas hari kematiannya. Menjadi orang Muhammadiyah harus dengan hati dan sikap yang mantap. Tidak boleh setengah-setengah, ragu-ragu.

Menjadi orang Muhammadiyah harus dengan niat yang satu. Niat beribadah kepada Allah dengan ikhlas, mengikuti perintah-perintah Allah. Melaksanakan contoh-contoh yang diteladankan Nabi Muhammad Saw.

Menjadi orang Muhammadiyah harus mengikuti Imam Maliki, Imam Hanafi, Imam Syafi’i, dan Imam Hambali—berdasar pedoman, semuanya itu sesuai dengan tuntunan dan gerak langkah Nabi Muhammad Saw.

Apakah kalau sudah masuk Muhammadiyah tentu masuk surga?

Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah, apakah seseorang akan masuk surga karena amal-amalnya? Rasulullah bersabda, “Tidak seorang pun dapat masuk surga karena amal perbuatannya. Saya sendiri juga tidak akan masuk surga karena amal perbuatanku. Kecuali bila mendapat KE-RIDHA-AN dari Allah.”

Orang Muhammadiyah dan siapa pun juga bila tidak mendapatkan ridha dari Allah, tidak bakal masuk surga. Karenanya, bila menjadi warga Muhammadiyah harus selalu berupaya mencari keridhaan Allah SWT, dengan cara:

  1. Tauhidnya harus dimantapkan dengan sungguh-sungguh. Dalam menghayati dan mengamalkan surat Ikhlas, harus secara sungguh-sungguh. Allahu ahad, Allah itu Esa tanpa siapa-siapa. Allahu shamad, Allah menjadi pusat dan tempat segala permohonan. Lam yalid walam yuIad, tidak berputra dan tidak diputrakan. Walam yakun lahu kufuwan ahad. Tidak ada sesuatu pun dan siapa pun yang menyamainya.
  2. Orang Muhammadiyah, ketika mengerjakan shalat wajib, harus berusaha secara jamaah. Harus bisa berjamaah dengan siapa pun juga sesama orang Islam. Karena Rasulullah bila menjalankan shalat fardhu hampir tidak pernah melakukannya secara sendirian. Bila menyaksikan seseorang melaksanakan shalat fardhu secara sendirian, Rasulullah kemudian memerintahkan agar ada yang menjadi makmum.
  3. Bila Saudara sudah menjadi warga Muhammadiyah—pria atau wanita—harus berakhlak karimah, berbudi pekerti yang luhur. Jangan sampai mempunyai sifat angkuh, memiliki rasa adigang-adigung kepada sesama. Apalagi kepada rakyat kecil, kepada mereka yang tengah tertimpa musibah, orang melarat, anak yatim.

Memang berat menjadi warga Muhammadiyah dan Aisyiyah. Karenanya jangan terburu-buru masuk perkumpulan Muhammadiyah. Saya minta untuk berpikir dan merenungkannya dengan sungguh-sungguh terlebih dahulu.

Menjadi orang Muhammadiyah itu harus dengan niat yang ikhlas, beribadah dan mengharapkan keridhaan Allah. Perumpamaannya, legan golek momongan, nganggur golek gaweyan. Benar, sungguh-sungguh amat berat.

Sekali lagi, jangan terburu-buru masuk Muhammadiyah. Tetapi bila Saudara sudah masuk Muhammadiyah, seyogianya:

  1. Dengan sungguh-sungguh mempelajari Al-Quran. Ya bacaannya, ya maknanya. Juga arti dan maksudnya. Mempelajarinya secara sendiri-sendiri, silakan. Tetapi kalau harus berguru, sebaiknya kepada mereka yang lebih memahami dan memahamkan.
  2. Bersedia menghayati riwayat, tindak-tanduk Rasulullah Saw. Ya akhlaknya, ya segala tindak-tanduknya.
  3. Bersedia mengajak kepada seluruh anggota keluarga-istri, anak-anak, sanak saudara dan para tetangga-dengan hati yang ikhlas, penuh kesabaran, lemah lembut dan dengan telaten.

Dengan selalu mengharapkan pertolongan dari Allah SWT, saya minta Saudara yakin. Insya Allah, Allah tentu akan memberikan pertolongan kepada siapa saja yang mendekat, mengharapkan dan yang selalu menyebarkan dan menegakkan agama Allah.

(Artikel ini disunting oleh: Yusuf Maulana. Pernah dimuat dalam buku “Pesan dan Warisan Pak AR.”, Soeparni S Adhy [ed.], 1995, Yogyakarta: PT BP Kedaulatan Rakyat, halaman 43-47).

Iklan

Rambu-Rambu Jalan Menuju Negeri Barzah

RAMBU-RAMBU WAJIB DAN SUNAT

 

  1. Seringlah mengingat Kematian.

ﻋ۔ﻥ ﺃﺑﻲ ﻫ۔ﺭ ﻳـﺭﺓ ﻗﺎﻝ׃ ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻭﻝ ﺍﻟﻟـﻪ ﺹ ﺃﻛـﺛـﺭﻭﺍﺫﻛﺭﻫﺎﺫﻡ ﺍﻟﻟﺫﺍﺕ ﺍﻟﻣـﻭﺕ ۰﴿ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺗﺭﻣﺫﻱ

Dari Abu Khurairah r.a. ia berkata : Rasulullah saw. bersabda: “Sering – seringlah mengingat pelebur kenikmatan yaitu Kematian”. (HR.At Tirmidzi)

 

  1. Berharap kematian dengan berdo’a.

ﻋ۔ﻥ ﺃﻧ۔ﺱ ﻗﺎﻝ׃ ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻭﻝ ﺍﻟﻟﻪ ﺹ۰۰۰۰۰ﻓ۔ﻟ۔ﻳﻗ۔ﻝ׃ ﺍﻟﻟﻫ۔ﻡﺃﺣﻳ۔ﻧﻲ ﻣﺎﻛﺎﻧﺕ ﺍﻟﺣﻳﺎﺓ ﺧﻳﺭﺍﻟﻲ ﻭﺗﻭﻓﻧﻲ ﻣﺎﻛﺎﻧﺖ ﺍﻟﻭﻓﺎﺓ ﺧﻳﺭ ﺍﻟﻲ۰﴿ﻣﺗﻓﻕﻋﻟﻳﻪ

Dari Anas r.a. ia berkata bahwa Rasulullah saw telah bersabda: . . . . . . . .jika harus berharap, berdo’alah: Ya Allah biarkan aku tetap hidup kalau memang hidup itulah yang terbaik untukku, dan matikanlah aku kalau memang kematian itulah yang terbaik untukku. (Muttafaq alaih).

 

  1. Membacakan Surat Yaasiin disisi orang yang akan mati.

ﻋـﻥ ﻣـﻌـﻗـﻝ ﺑـﻥ ﻳـﺳﺎﺭ ﺃﻥ ﺍﻟـﻧـﺑﻲ ﺹ ﻗﺎﻝ׃ ﺇﻗـﺭﺌﻭﺍﻋـﻟﻰ ﻣﻭﺗﺎﻛـﻡ ﻳـﺱ ﴿ﺭﻭﺍﻩ ﺃﺑـﻭﺩﺍﻭﺩ

Dari Ma’qil bin Yasar, Nabi saw. bersabda : “Bacakanlah surat Yaasiin kepada orang-orang yang akan meninggal dunia di antara kalian”.

 

  1. Mentalqinkan orang yang akan mati.

ﻋـﻥ ﺃﺑﻲ ﺳـﻌـﻳـﺩ ﻭﺃﺑﻲ ﻫﺭ ﻳﺭﺓ ﻗﺎﻝ׃ ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻭﻝ ﺍﻟﻟﻪ ﺹ׃ ﻟﻗ۔ﻧﻭﺍﻣ۔ﻭﺗﺎﻛ۔ﻡ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻟﻪ۰﴿ﺭﻭﺍﻩ ﻣ۔ﺳ۔ﻟ۔۔ﻡ ﻭﺍﻷﺭﺑ۔ﻌ۔۔ﺔ

Dari Abu Sa’id dan Abu Khurairah r.a. mereka berkata: bersabda Rasulullah saw.: “Tuntunlah orang-orang yang akan meninggal dunia di antara kalian dengan kalimat La ilaha illallah.” (HR. Muslim).

5. Memejamkan mata dan mendo’akan mayit.

ﻋ۔ﻥ ﺃﻡ ﺳ۔ﻟ۔ﻣﺔ ﻗﺎﻟﺕ׃ ﺩﺧﻝ ﺭﺳﻭﻝ ﺍﻟﻟﻪ ﺹ ﻋ۔ﻟﻰ ﺃﺑﻲ ﺳ۔ﻟﻣﺔ ﻭﻗ۔ﺩﺷ۔ﻕ
ﺑ۔ﺻﺭﻩ ﻓ۔ﺄﻏ۔ﻣ۔ﺿﻪ۰۰۰۰۰۰۰۰ﺛ۔ﻡ ﻗﺎﻝ׃ ﺍﻟﻟ۔ﻫ۔ﻡ ﺍﻏ۔ﻓ۔ﺭﻷﺑﻲ ﺳﻟ۔ﻣﺔ
ﻭﺍﺭﻓ۔ﻊ ﺩﺭﺟ۔ﺗﻪ ﻓﻲ ﺍﻟ۔ﻣ۔ﻬ۔ﺩ ﻳ۔ﻳ۔ﻥ ﻭﺍﻓ۔ﺳﺢ ﻟﻪ ﻓﻲ ﻗ۔ﺑﺭﻩ ﻭﻧﻭﺭ ﻟﻪ ﻓ۔ﻳﻪ
ﻭﺍﺧﻟ۔ﻓﻪ ﻓﻲﻋ۔ﻗ۔ﺑﻪ۰﴿ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺳﻟ۔ﻡ﴾

Dari Ummu Salamah r.a. yang menuturkan: Rasulullah saw. Menjenguk Abu Salamah yang matanya masih terbuka. Setelah memejamkan matanya , . . . . . selanjutnya beliau berdo’a: “Ya Allah, ampunilah Abu Salamah, angkatlah derajatnya beserta orang-orang yang mendapat petunjuk, berikan kelapangan untuknya di kuburnya, berilah ia penerangan di kuburnya dan berilah penggantinya pada keturunannya.” (HR. Muslim)

6. Menutupi mayit dengan selimut.

ﻋ۔ﻥ ﻋﺎءﺷﺔ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻟﻪ ﻋ۔ﻧ۔ﻬﺎ׃ ﺃﻥ ﺍﻟﻧ۔ﺑﻲ ﺹ ﺣ۔ﻳ۔ﻥ ﺗ۔ﻭ ﻓﻲ ﺳ۔ﺟﻲ ﺑﺑ۔ﺭﺩﺣ۔ﺑ۔ﺭﺓ ۰﴿ﻣ۔ﺗ۔ﻓ۔ﻕﻋ۔ﻟ۔ﻳﻪ

Dari Aisyah r.a. bahwa ketika Nabi saw. wafat, Jenazah beliau ditutup dengan selimut lurik dari Yaman. (Muttafaq alaih).

7. Menyiarkan berita kematian.

ﻋ۔ﻥ ﺃﺑﻲ ﻫ۔ﺭ ﻳ۔ﺭﺓ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻟﻪ ﻋ۔ﻧﻪ׃ ﺃﻥ ﺍﻟ۔ﻧ۔ﺑﻲ ﺹ ﻧ۔ﻌﻰﺍﻟ۔ﻧ۔ﺟﺎﺷﻲ
ﻓﻲ ﺍﻟ۔ﻳ۔ﻭﻡ ﺍﻟﺫﻱ ﻣﺎﺕ ﻓ۔ﻳﻪ ﻭﺧﺭﺝ ﺑﻬ۔ﻡ ﺇﻟﻰ ﺍﻟ۔ﻣ۔ﺻﻟﻰ ﻓ۔ﺻﻑ ﺑ۔ﻬ۔ﻡ
ﻭﻛ۔ﺑ۔ﺭﻋ۔ﻟ۔ﻳﻪ ﺃﺭﺑ۔ﻌﺎ۰﴿ﻣ۔ﺗ۔ﻓ۔ﻕﻋ۔ﻟ۔ﻳﻪ

Dari Abu Khurairah r.a. “Nabi saw menyiarkan berita kematian An Najasyi pada hari kematiannya. Beliau keluar bersama para sahabat ke tempat shalat. Lalu beliau merapikan barisan mereka dan bertakbir empat kali atasnya. (Muttafaq alaih).

 

Sumber Gambar : thayyiba.com

Tayammum

TAYAMMUM

Tayammum adalah pengganti Wudlu dan Mandi Wajib pada keadaan-keadaan sebagai berikut:

  1. Tidak ada air.
  2. Sakit
  3. Dalam perjalanan.

 

CARA TAYAMMUM :-

  1. Ucapkan Bismillahir rahmanir rahim.
  2. Letakkan (tepukkan) kedua tapak tangan ke tanah atau debu lalu tiuplah keduanya.
  3. Usaplah muka dan kedua tangan dengan kedua tapak tangan.
  4. Ucapkanlah : “Asyhadu alla-ila-ha illalla-h wahdahu- la- syari-kalah, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu- wa Rasu-luh.”     S E L E S A I !    

 

Untuk menguji keterangan-keterangan di atas, maka di bawa ini dikutipkan Alasan-alasan dari Al Qur’an dan Hadits.

 

Al Qur’an, Surat Al-Maidah : 6.

       . . . ﻓ۔ﻟ۔ﻡﺗﺟﺩﻭﺍﻣﺎﺀﻓ۔ﺗ۔ﻳ۔ﻣﻣﻭﺍﺻﻌ۔ﻳ۔ﺩﺍﻃﻳ۔ﺑﺎ . . .

           “… sedang kamu tidak mendapatkan air, maka bertayammumlah dengan debu yang suci……”

Al Hadits:   

ﻋ۔ﻥﺟﺎﺑﺭﻓﻰﺍﻟﺭﺟﻝﻱﺷﺞ ﻓﺎﻏ۔ﺗ۔ﺳﻝﻓﻣﺎﺕﺍﻧ۔ﻣﺎﻛﺎﻥ ﻳﻛ۔ﻓ۔ﻳﻪ ﺍﻥ ﻳ۔ﺗ۔ﻳ۔ﻣﻣﻭﻭﻳﻌ۔ﺻﺏﻋﻟﻰﺟﺭﺣﻪ  ﺧﺭﻗﺔ ﺛ۔ﻡ ﻳﻣﺳﺢﻋﻟ۔ﻳﻫﺎﻭﻳﻐ۔ﺳﻝﺳﺎﺀﺭﺟﺳﺩﻩ۰                                                                                   

         “Dari Jabir, tentang laki-laki yang luka besar di kepalanya, lalu ia mandi lalu mati (sabdanya) Cukup baginya ia Tayammum,dan ia bebat atas lukanya dengan secarik kain, lalu ia usap atas bebatannya itu dan ia mandikan seluruh badannya.” (HR. Abu Dawud).

Al Hadits

 ﻋ۔ﻥﺍﺑﻥ ﺳﻌ۔ﻳﺩ ﺍﻟﺧﺩﺭﻱﻗﺎﻝ ﺃﺧﺭﺝ ﺭﺟﻼﻥ  ﻓﻰﺳﻓ۔ﺭﻓﺣﺿﺭﺕ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﻟﻳﺱ ﻣﻌ۔ﻫ۔ﻣﺎ ﻧﻙ  ﻓ۔ﺗ۔ﻳﻣﻣﺎﺼﻌ۔ﻳﺩﺍﻃﻳ۔ﺑﺎ ﻓﺼﻟﻳﺎ﴿ﺭﻭﺍﻩﺍﺑﻭﺩﺍﻭﺩ ﻭﺍﻟ۔ﻧﺳﺀﻰ﴾

 

“Dari Abi Sa’id Al Khudri ia berkata: Keluar dua orang pada satu perjalanan lalu sampai waktu shalat sedang beserta mereka tidak ada air,maka bertayammumlah mereka dengan tanah yang bersih, lalu shalat.” (HR. Abu Dawud dan Nasai)

 

Al Hadits :      

ﻋ۔ﻥ ﺍﺑﻥ ﻋ۔ﺑﺎﺱ ﻗﺎﻝ׃ ﻣﻥ ﺍﻟﺳ۔ﻧﺔ ﺍﻥﻻ ﻳﺻﻟﻲ ﺍﻟ۔ﺭﺟﻝ ﺑﺎﻟ۔ﺗ۔ﻳ۔ﻣ۔ﻡ ﺍﻻﺻﻼﺓ ﻭﺍﺣﺩ ﺛ۔ﻡ  ﻳﺗﻳﻣ۔ﻡ ﻟﻟﺻﻼﺓ ﺍﻷﺧﺭﻯ۰﴿ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺩﺍ ﺭﻗﻃﻧﻲ﴾

          

           “Dari Ibnu Abbas ia berkata : Menurut Sunnah, bahwa tidak boleh seseorang shalat dengan tayammum melainkan satu shalat saja, kemudian ia bertayammum buat shalat yang lain.” (HR. Daraqthni).

 

Sumber Gambar : islamtorescue.com

Lima Perkataan dan Sepuluh Larangan

LIMA QAULAN.

  1. Qaulal Layyana : Perkataan lemah lembut.
  2. Qaulan Sadiida : Perkataan yang benar.
  3. Qaulan Ma’rufa : Perkataan yang baik.
  4. Qaulan Kariima : Perkataan yang mulia.
  5. Qaulan Maisura : Perkataan yang pantas/patut/layak.

 

SEPULUH LARANGAN.

  1. Jangan Mubazir : Orang Mubazir temannya Syaithan.
  2. Jangan membelenggu tangan, dan jangan pula terlalu mengulurkan : Malas, Kikir dan jangan mengambil hak orang.
  3. Jangan memakan Riba: Kembali lebih.
  4. Jangan membunuh anak : Pakai spiral, membuang bayi, dan membunuh langsung.
  5. Jangan mendekati Zina : Merusak Rumah Tangga dan Keluarga.
  6. Jangan membunuh Jiwa; Membunuh dengan sengaja.
  7. Jangan mendekati harta anak yatim.
  8. Jangan Ikut-ikutan sesuatu yang kamu tidak tahu.
  9. Jangan berjalan congkak dimuka Bumi.
  10. JANGAN MEMPERSEKUTUKAN ALLAH.

 DAN BERSEDIALAH :

  1. Memaafkan manusia. Bukan minta maaf
  2. Membalas kejahatan orang dengan kebailkan.

Narkotika Dalam Pandangan Islam

Narkotika Dalam Pandangan Islam

Melihat judul tulisan ini , tidak mengherankan kalau orang banyak secara spontan mengatakan bahwa “NARKOTIKA HARAM”. Namun seorang muslim tidak dibenarkan menganggap HALAL atau HARAM sesuatu tanpa pengetahuan.

Narkotika sebagai bahan/obat seperti morfin, petidin, marihuana, ganja, heroin dan semacamnya sudah banyak dikenal melalui semua media massa. Bahan/obat ini berasal dari jenis tumbuh-tumbuhan, baik akar, batang, daun, bunga dan buahnya.

Selanjutnya dipergunakan orang secara langsung atau diolah terlebih dahulu. Cara menggunakan bahan/obat ini dapat melalui suntikan, diisap, dimakan, diminum, digosokan, dll.

Di Indonesia telah ada Undang-Undang tentang narkotika yang mengatur bagaimana penyediaan, penyimpanan, penggunaan, pengawasan, dan sanksi hukum atas bahan/obat narkotika. Penggunaannya menurut undang-undang terbatas pada penggunaan medis atas indikasi, oleh dan atau di bawah pengawasan dokter. Penyimpangan dari aturan ini, dikenakan sanksi hukum yang buktinya dapat kita ketahui dengan banyaknya penyimpan/pengedar narkotika yang dijebloskan ke dalam penjara bahkan dihukum mati.

Efek bahan/obat ini sebagiannya memacu susunan saraf pusat, sebagiannya menekan, bahkan ada yang mempunyai efek ganda, tergantung pada dosisnya. Karena dipacu atau ditekannya fungsi otak, maka timbullah tanda-tanda bahaya dari penggunaan narkotika antara lain ketagihan, berobahnya akal budi, mabuk, curiga, gelisah, kesadaran menurun, dll. Demikianlah sekelumit tentang  narkotika dilihat dari segi biologis, medis, dan undang-undang yang berlaku.

Selanjutnya kalau kita berbicara tentang pandangan Islam, maka yang dijadikan dasar adalah Al Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad Rasulullah SAW. Bila kita telusuri Al Qur’an maka dapat ditemukan keterangan tentang bahan-bahan/zat yang dilarang oleh Allah SWT. untuk dimakan atau dipergunakan oleh ummat Islam yaitu daging babi, darah, bangkai dan sembelihan bukan karena Allah SWT. AQ. 2:173. Semuanya ini berupa hewan (ingat, narkotika dari tumbuh-tumbuhan).

Zat/bahan lain yang dilarang Allah adalah KHAMAR,(AQ. 2 : 219 dan 5 : 90). Allah SWT menjelaskan bahwa khamar mengandung dosa besar, najis dan menggunakannya adalah amal syaitan. Orang-orang beriman diperintah menjauhinya. Jelas, HARAM mendekatinya apalagi memanfaatkannya. Karena itu tidak pula diterangkan Allah bagaimana cara memanfaatkannya, apakah diminum, dimakan, diisap, digosok, atau dengan cara-cara lain.

Sumber khamar tidak dijelaskan Allah SWT apakah dari hewan atau tumbuh-tumbuhan. Al Qur’an ada melarang mendekati suatu pohon tetapi tidak juga menyebutkan nama pohon itu (AQ.2 : 35).

Mustahilkah kalau pohon yang dimaksud antara lain adalah tanaman Ganja, dan Tembakau ?  Allah Maha Mengetahui.

Kita kembali memperhatikan KHAMAR yang oleh sebagian Ulama didefinisikan sebagai “MINUMAN YANG MEMABUKKAN”. Definisi dari Allah SWT sudah dijelaskan di atas: “Zat yang mengandung Dosa besar” (Fi-hima isymun kabi-r).

Kemudian secara terperinci Rasulullah Muhammad SAW. memberi penjelasan tentang ayat Allah SWT dengan hadits-haditsnya. Mengenai sumber khamar dan apa yang disebut khamar, Rasulullah SAW. bersabda :  “AN UMARA QA-LA NAZALA TAHRI-MUL KHAMRI WA HIYA MIN HAMSATIN, MIN AL INABI WAT TAMRI WAL ASALI WAL HINTHATI WASY SYA’I-RI WAL KHAMRU MA- KHAMARAL  AQLA”. (Muttafaqun Alaihi). Artinya: “ Dari Umar ia berkata: Telah turun (ayat) pengharam khamar, dan ia (khamar) dari lima: dari Anggur, dan Kurma, dan Madu, dan Gandum, dan Syair; dan khamar itu apa-apa yang merobah akal.

Jelas bahwa khamar berasal dari:

  1. Madu, (produk hewan)
  2. Anggur, Kurma (buah-buahan jenis tumbuhan)
  3. Gandum, Syair, (makanan pokok jenis tumbuhan)

Apa-apa yang merobah akal, (jenis tumbuhan, hewan, senyawa kimia, dan lain-lain).

Selain itu hadits ini menerangkan pula pengertian KHAMAR menurut Rasulullah Muhammad SAW. yaitu “KHAMAR  ADALAH APA-APA YANG MEROBAH AKAL”.

Merobah akal dalam hal ini tentu dari yang baik menjadi kurang atau tidak baik. Perobahan akal semacam ini dalam ayat Allah SWT. dikatakan MENGANDUNG DOSA BESAR (sebagai akibat dosa besar).

Dalam menggolongkan bahan/obat kedalam khamar Rasulullah SAW. menjelaskan sebagaimana hadits berikut:

AN IBNI UMARA ANNANNABIYA SAW QA-LA : KULLU MUSKIRIN KHAMRUN WA KULLU  MUSKIRIN HARAMUN, HR.Muslim. Artinya: “Dari Ibnu Umar, bahwasanya Nabi SAW. telah bersabda: Tiap-tiap yang memabukkan itu khamar, dan tiap-tiap yang memabukkan itu haram”.

Hadits itu menjelaskan bahwa:

  1. Semua yang menyebabkan pemakainya mabuk adalah khamar (tidak khusus minuman).
  2. Semua yang menyebabkan pemakainya mabuk, hukumnya haram.

Kalau kita kaitkan dengan definisi khamar menurut hadits sebelumnya, maka tanda utama dari mabuknya seseorang adalah “perobahan akal”. Berobahnya akal tidak selamanya diikuti oleh gejala fisik, seperti menurunnya kesadaran, sakit kepala, mual, muntah, dll. Ada orang muntah-muntah tidak mabuk,dan sebaliknya ada orang mabuk tidak muntah.

Dengan penggolongan dan definisi khamar menurut Rasulullah SAW di atas, maka dapat dimengerti bahwa narkotika tergolong khamar.

Jadi karena khamar hukumnya haram, maka NARKOTIKA HUKUMNYA HARAM. Haram dalam hal ini mengandung resiko dunia dan akhirat. Di dunia menderita akibat narkotika di akhirat Jahannam menanti.

Bagaimana dengan narkotika atau khamar yang dijadikan obat ?

Saya tidak dapat menjawab pertanyaan ini selain mengemukakan jawaban Rasulullah SAW. kepada sahabatnya yang bertanya tentang penggunaan khamar sebagai obat, yaitu :

  1. AN UMMI SALAMAH ANINNABIYYA SAW QA-LA : INN ALLAHA LAM YAJ AL SYIFA AKUM QAYMA HARRAMA ALAIKUM. Artinya: Dari Ummu Salamah dari Nabi saw sabdanya: “Sesungguhnya Allah SWT tidak jadikan obat bagi kamu, apa yang IA telah haramkan atas kamu.” HR. Baihaqi.
  2. AN WA ‘ILIL HADRAMI ANNA THA-RIQ BIN SUWAID SA-ALAN NABIYYU SAW. ANIL KHAMRI YASHNA ‘UHA LIDDAWA-‘I FA QA-LA, INNAHA LAISAT BI DAWA-IN WA LA-KINNAHA DA-UN. HR. Muslim, Artinya: “Dari Wa’il al Hadrami, bahwasanya Thariq bin Suwaid bertanya kepada Nabi saw. tentang khamar yang ia jadikan obat. Jawab Nabi : Sesungguhnya khamar bukan obat melainkan penyakit.”
  1. MA ASKARA KASYIRUHU, FAQALI-LUHU HARA-MUN. HR. Ahmad. Artinya: “Apa-apa yang banyaknya memabuk-kan, sedikitnya(pun) haram.

Tiga hadits ini cukup gamlang sehingga tidak perlu dijelaskan lagi.

KESIMPULAN:

  1. Narkotika termasuk golongan khamar.
  2. Narkotika hukumnya haram, sedikit atau banyak.
  3. Khamar sumbernya dari hewan, tumbuhan, senyawa kimia dll.
  4. Khamar mengandung dosa besar, al. Merobah akal budi.
  5. Khamar bukan diminum saja, tetapi dapat juga dimakan, disuntik, diisap, digosokkan, dsb.
  6. Khamar bukan obat tetapi penyakit.

Akhirnya saya mengajak semua orang beriman menjauhi khamar atau narkotika, supaya kamu beruntung.

Wa billahit taufiq wal hudaa.

Jamban Keluarga

jk1JAMBAN KELUARGA SEBAGAI ALAT KEBAHAGIAAN DAN KESEJAHTERAAN

Setiap tahun pemerintah membangun ribuan Jamban Keluarga/WC Umum di kota-kota dan pedesaan melalui jalur Inpres Sarana Kesehatan. Daerah-daerah yang mendapat bagian tentunya yang dianggap rawan, dengan skala prioritas kesehatan yang sudah ada. Upaya ini dimaksudkan sebagai bantuan dan alat perangsang bagi anggota masyarakat dalam usahanya meningkatkan mutu kesehatan.

Dilain pihak, di tengah masyarakat yang kebagian sarana ini kita menemukan Jamban Keluarga/WC yang tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Ada closet yang dijadikan tempat mencuci pakaian, ada pula yang dijadikan jembatan kecil di depan rumah dsb. Disamping itu ada yang terpasang baik di dalam bilik tetapi tidak pernah digunakan entah apa sebabnya.

Sementara itu masih banyak orang senang membuang kotorannya di semak-semak, di bawah pohon, di tepi sungai dan selokan, atau menanamnya di tengah kebun. Sebagian pengamat sependapat bahwa salah satu sebab dari semuanya itu, adalah ketidak tahuan masyarakat akan fungsi Jamban Keluarga/WC itu sendiri. Kalau kita kembali sejenak pada judul uraian ini, maka ketidak tahuan itu juga masih terdapat pada golongan masyarakat yang menempati rumah-rumah mewah.

Supaya Jamban Keluarga/WC memenuhi syarat sebagai alat kesejahteraan dan kebahagiaan dunia-akhirat, sekurang-kurangnya perlu dikemukakan tiga syarat pembuatan dan pemanfaatannya sebagai berikut:

1. Syarat-syarat Kesehatan :

  • Bak penampungan berjarak kurang lebih 10 meter dari sumur atau sumber air bersih. (Jarak ini tergantung pada jenis dan keadaan tanah).
  • Bak penampungan tertutup baik sehingga tidak berbau dan tidak meluap ke sekitar dimusim hujan.
  • Tempat duduk (closet) sebaiknya type leher Angsa.
  • Selesai buang air, harus disiram sehingga kotoran semua masuk ke dalam bak penampungan.

2. Syarat Tehnik :

Untuk memenuhi syarat kesehatan, perlu didukung oleh tehnik pembuatan yang baik. Bak penampungan harus kuat, agar tidak mudah runtuh atau retak. Bentuk dan sistim yang dianjurkan adalah Septic Tank; yaitu sistim dimana antara bak pengendapan dan peresapan dipasang alat saringan. Lebih dari itu dapat dikembangkan oleh ahli tehnik.

Sekiranya dua syarat di atas sudah dipenuhi, kemudian Jamban Keluarga/WC dimanfaatkan seperlunya, maka kebahagiaan dan kesejahteraan dunia sudah dapat didekati. Siapa yang tidak berbahagia secara lahir, kalau lingkungannya bebas dari polusi, bau dan pengotoran yang disebabkan oleh kotoran manusia ?  Tetapi tujuan akhir kita adalah Bahagia dan Sejahtera Dunia dan Akhirat. Untuk itu dibutuhkan syarat ketiga.

3. Syarat dari Allah SWT dan Rasul-Nya Muhammad SAW.

     3.1. Ketentuan untuk bangunan Jamban Keluarga/WC.

  • Penempatannya mempunyai jarak atau batas dengan sumur atau bak air yang dipakai untuk mandi dan berwudlu. Hal ini disyaratkan Allah dalam surat Al Maa-idah ayat  6.

. . . JAA-A AHADUM MINKUM MINAL GHAAITH. . . FALAM TAJIDUU MAA-AN . . . . (Kembali dari tempat buang air (jamban keluarga). . . lalu tidak memperoleh air. . . . ). Ayat ini secara keseluruhan tegas menerangkan cara berwudlu dan tayammum, namun potongannya di atas menggambarkan adanya jarak antara Jamban Keluarga/WC dengan tempat air untuk mandi dan wudlu.

Jamban Keluarga/WC perlu ada bilik atau dinding. Hadits Nabi SAW. riwayat Abu Dawud dari Aisyah r.a. “MAN ATALGHAAITH, FALYASTATIR” (Barangsiapa datang ke tempat buang air besar, hendaklah ia berlindung). Bulughul Maram.

  • Pemasangan tempat duduk (closet) hendaknya tidak ke arah kiblat atau membelakanginya, mengingat hadits Nabi SAW. yang melarang ummatnya buang air besar atau kecil menghadap kiblat atau membelakanginya.

“WA LAA TASTAQBILUL QIBLATA, WA LAA TASTADBIRUUHA BI GHAA-ITHIN AW BAWLIN WA LAAKINSYARRIQUU AW GHARRIBUU”   (“dan jangan-lah kamu menghadap kiblat dan jangan membelakanginya waktu buang air besar atau kecil, tetapi menghadaplah ke kanan atau ke kiri”). Hadits riwayat tujuh ahli dari Abi Ayyub al-Anshari, Bulughul Maram.

3.2. Ketentuan Tentang Cara Memanfaatkan Jamban Keluarga/WC.

  1. Bila memasuki pintu Jamban Keluarga/WC mendahulukan kaki KIRI sambil membaca do’a ALLAHUMMA INNI A’UZUBIKA MINAL KHUBUSYI WAL KHABAA-ISY. (Ya Allah ! sesungguhnya aku berlindung pada-Mu daripada kejelekan, dan barang-barang yang jelek).
  2. Duduk di dalam bilik Jamban Keluarga/WC hendaknya tidak menghadap atau membelakangi kiblat.
  3. Keluar dari bilik Jamban Keluarga mendahulukan kaki KANAN sambil membaca “GHUFRAANAKA” (Ampunilah aku).

Jelas bahwa dengan membuat dan memanfaatkan Jamban Keluarga/WC, kita dapat melaksanakan SUNNAH dan yakinlah bahwa hasilnya akan diterima di DUNIA dan lebih-lebih di AKHIRAT.

Selain itu Jamban Keluarga/WC dapat mencegah manusia melanggar larangan Agama yang telah diatur oleh Allah dan Rasul-Nya sehubungan dengan membuang air besar atau kecil yaitu: 

Hadits dari Mu’adz : ITTAQUL MALAA INASYSYALAASYATA ALBARAA ZAFIL  MAWAARIDI, WA QAARIATITH THARIIQI WAZH ZHILLI. (Jauhilah tempat penyebab laknat yang tiga; berak di tempat-tempat air, dan di jalanan, dan di tempat bernaung). Dan dari Ibnu Abbas : AW NAQ ‘IMAA-I (..atau tempat berkumpul air). Dan dari  Ibnu Umar : .. WA DHAFFATIN NAHRIL JAARIY.. (dan di tepi sungai mengalir).

Hadits-hadits di atas ini menunjukkan tempat-tempat yang dilarang  untuk membuang air besar (defikasi) yaitu :

  1. Tempat-tempat air atau tempat berkumpul air, seperti Dam, waduk, bak air, empang, telaga, kolam renang, dsb.
  2. Di jalanan manusia : Lorong / gang ataupun jalan raya.
  3. Di tempat bernaung: Halte, di bawah pohon, dsb.
  4. Di tepi sungai yang mengalir, termasuk selokan dalam kota, saluran irigasi dsb.

Bila tiap rumah memiliki Jamban Keluarga/WC maka tidak ada lagi manusia yang membuang kotorannya di tempat-tempat terlarang tersebut.

Akhirnya jika tuntunan diikuti dan larangan dijauhi maka lingkungan hidup bersih, rantai penularan penyakit putus, cinta kasih Allah swt. diperoleh. INNALLAHA YUHIBBUT TAWABIINA WA YUHIBBUL  MUTATHTHAAHIRIIN. “Sesungguhnya Allah mencintai orang yang bertobat dan mencintai orang yang bersih.”

Melaksanakan sunnah adalah amal shaleh, amal shaleh hanya dikerjakan orang beriman, karena itu bagi orang yang beriman dan beramal shaleh pahalanya mengalir tiada putus.

Orang beriman dan beramal shaleh tempatnya di akhirat adalah syurga. Inilah kebahagiaan dan kesejahteraan abadi.

Kesimpulan:

  1. Jamban Keluarga/WC mencegah pengotoran lingkungan hidup.
  2. Jamban Keluarga/WC melestarikan kebersihan.
  3. Jamban Keluarga/WC mencegah penularan beberapa penyakit.
  4. Jamban Keluarga/WC mencegah beberapa perbuatan laknat.
  5. Jamban Keluarga/WC adalah salah satu alat untuk beribadah
  6. Jamban Keluarga/WC adalah alat kebahagiaan dan kesejahteraan Dunia dan Akhirat.

Wa billahit taufiq wal hudaa.