Alhamdulillah

Alhamdulillah, rasanya tulisan ini perlu diakhiri karena pada hari-hari, atau bulan-bulan, atau tahun-tahun sesudah ini bila masih ada pengalaman atau kegiatan yang dilaksanakan, sisa merupakan ulangan dari apa yang telah dituliskan di posting blog ini, ALLAH MAHA MENGETAHUI.

Artikel Terkait :

  1. Ouman I Aki
  2. Masa Pra Sekolah
  3. Masa Sekolah Rakyat Sampai Sekolah Lanjutan Atas
  4. Masa Di Perguruan Tinggi
  5. Sebagai Pegawai Negeri Sipil (Dokter)
  6. Sebagai Guru dan Dosen
  7. Kegiatan Dalam Organisasi Kemasyarakatan
  8. Sebagai Mubalig atau Da’i
  9. Pulang Kampung
  10. Apa Kata Mereka ?
  11. Pesan Untuk Anak, Cucu (Koyou I Aki Bo I Baai)

Kisah yang terasa berlebihan tidak untuk membanggakan diri, melainkan sekedar perbandingan bagi anak, cucu serta pembaca kemudian.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi anak, cucu dalam mengenal Penulis secara utuh.

Kesempurnaan dan segala pujian hanya milik Allah SWT, dan kekurangan serta kelemahan melekat pada Hamba Allah.

Bilalang 1, 17 Rabiul Akhir 1435 H / 18 Februari 2014 M

PENULIS

dr. Hi. SUBARI DAMOPOLII

Iklan

Pesan Untuk Anak, Cucu (Koyou I Aki Bo I Baai)

PESAN UNTUK ANAK, CUCU (KOYOU I AKI BO I BAAI)

  1. Jangan mempersekutukan Allah dengan sesuatu.
  2. Dirikan Shalat, tunaikan zakat.
  3. Berpegang teguhlah pada Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW.
  4. Patuhi peraturan dan perundang-undangan Negara yang berlaku.
  5. Pelihara Silaturrahim.
  6. Sebarkan Salam.
  7. Berbuat baik kepada Kerabat, Tetangga, dan Teman Sejawat.
  8. Santuni orang miskin dan anak yatim.
  9. Jangan meninggalkan keturunan yang lemah.
  10. Jangan mengatakan yang anda tidak kerjakan.
  11. Mulailah sesuatu dari kecil, sekarang dan oleh dirimu sendiri.
  12. Never put of till tomorrow what you can do to day.
  13. Dimana ada Kemauan, di situ ada Jalan
  14. Manna cera’ ku limbangi, buku kutete, ta’le tonja a minawang ri Nabita Muhammad SAW.
  15. Mototabian, Mototanoban, bo Mototompiaan.
  16. Katakan kepada Masalah Besar bahwa aku memiliki Allah Yang Maha Besar

Apa Kata Mereka ?

APA KATA MEREKA ?

Ketika saya dan keluarga akan pulang bermukim di Bilalang 1 Kotamobagu, mengirim pesan singkat (SMS) ke beberapa teman selama di Makassar untuk pamit dan minta maaf. Berikut ini jawaban mereka:

  1. Prof Dr. KH. Qadir Gassing, Rektor UIN Alauddin Makassar : “Selamat dok, jasanya kepada UIN terutama kepada Kebidanan, insya Allah akan abadi, semoga menjadi amal jariah. Selamat dok, pulang sebagai pemenang, terima kasih bantuannya. Wassalam”.
  2. Lintje Tulu, SKM. M.Kes, Direktur AKBID Sandi Karsa Makassar : Selamat jalan semoga dokter dan keluarga tetap sehat.
  3. H. Nurdin, SKM, M.Kes. Mantan Direktur Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo : Tolong alamatnya di Kotamobagu supaya silaturrahmi tetap tersambung.
  4. Maryam, SKM. M.Kes. Ketua Program Studi D III Kebidanan Universitas Indonesia Timur: “Saya yang harus minta maaf atas kesalahan yang disengaja maupun tidak, terima kasih atas bimbingannya selama ini”
  5. Prof Dr. KH Ambo Asse, Dosen UIN, Anggota PWM Sulawesi Selatan : Saya menilai cukup banyak jasanya pak dokter Subari di Muhammadiyah Sul-Sel-Bar. Kami sekeluarga minta maaf, mudah-mudahan masih ada kesempatan bertemu, saya bertanya dalam hati mengapa pak dokter mau meninggalkan Makassar.
  6. Drs. KH. Jalaluddin Sanusi Direktur Pesantren Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan” Saya rasa sedih membaca SMSnya pak dokter. Tapi itulah pilihan dokter dan keluarga. Saya doakan semoga dokter dan keluarga diberkati di tempat yang baru kampung halaman. Saya harap dokter dan keluarga memaafkan saya. Semoga jasa dan amal kebaikan dokter dan keluarga dibalas oleh Allah SWT dengan pahala yang banyak. Amin.
  7. Hasbi Abd. Samad, Aktivis AMM Parepare. Semoga bapak dokter dan ibu beserta keluarga tetap menjadi bagian keluarga khusus warga Muhammadiyah sulsel, perjalanan orangtua kami yang tercinta semoga masih panjang dan dapat berjumpa.
  8. Mansyur Qadir, M.Ag. Ketua Hisbul Wathan Sulsel. Selamat kembali ke kampung, dan tetap di bawah petunjuk dan Ridha Allah.
  9. Firdayanti, S.SiT, M.Keb. Dosen Kebidanan UIN Alauddin Makassar. Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat kepada dokter dan keluarga. Sebagai anak saya belum bisa membalas semua kebaikan dokter selama ini . Semoga selamat di tujuan. Dokter, kami sangat mengharapkan bisa ketemu lagi dan semoga dokter selalu dalam lindungan Allah SWT.
  10. Kens, S.Kep. M.Kes. Ketua STIKES Panakkukang, Maaf lahir batin, semoga sehat-sehat selalu.Kami selalu ingat masa-masa bersama dokter, dan semoga jalinan silaturrahim abadi.
  11. Panca Nurwahidin, M.Pd. Dosen UNISMUH Makassar, Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulsel. Tabe dokter, kami sekeluarga merasa sangat kehilangan kalau dokter meninggalkan Makassar. Kami mengenal bapak dokter merupakan sosok orangtua kami, guru/ustaz, yang memberi banyak pelajaran, keteladanan dan bapak sebagai manager handal yang mampu mengelola Akademi2 Kesehatan Muhammadiyah sehingga maju seperti sekarang. Kami tidak dapat membalas budi baik bapak kepada kami yang telah dengan tulus membina bahkan memberikan pekerjaan di awal ATEM berdiri. Mohon maaf atas segala kesalahan kami baik disengaja maupun tidak. Semoga amal budi bapak selama ini diterima disisi Allah SWT. Dari Panca dan Saleha Madjid.
  12. Drs. Syamsul Bachri, S.Pd. M.Si. Direktur Akademi Analis Kesehatan Muhammadiyah Makassar. Saya yang muda lebih banyak bersalah, maafkan. Bapak dan Ibu, dikau tetap kukenang manna bellai lampata karaeng, ri atingku langtangnga seng kurampe ki golla na kaluku. Meski baik jadi orang penting, namun jauh lebih penting menjadi peribadi yang baik. Itulah sosok BAPAK dan IBU.
  13. KH. Zainuddin Siala, Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) Akademi-Akademi Kesehatan Muhammadiyah Makassar periode 2002 – 2010. Terima kasih atas semua kebaikannya kepada saya dan keluarga. Semoga Allah selalu meridhai kita dimanapun berada. Sampai jumpa lagi, selamat jalan.
  14. Abd. Rahman Rahim, SE, MM. Pembantu Rektor I UNISMUH Makassar. Sangnging baji’taji ni urangi, karena tena nia kodinta’. Salamaki’ innake anne la’ lampaka mai ri Tokyo.
  15. Rayhan, Kepala Panti Asuhan Ummu Aiman Aisyiyah Cabang Mamajang Makassar. Jazakumullahu khairan, mohon maaf atas semua yang tidak berkenan. Saya banyak belajar pada dokter/ustaz dan mengambil pengalamanta’. Kami mendoakan dokter dan keluarga dalam lindungan Allah SWT.
  16. KH. Nazaruddin Razak, Dosen, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel periode 2000/2005 : Semoga dokter dan keluarga dalam hidayah/taufiq Allah. Harap silaturrahim tetap abadi. Ketika saya baca SMS dokter Subari, saya nangis ingat masa lalu ketika bersama mimpin Muhammadiyah. Ilalliqaa wa bi amanillah.
  17. H. Rasyid Saenong, Direktur RSB Khadijah IV Muhammadiyah Cabang Makassar. Selamat jalan semoga tiba dengan selamat. Maaf lahir batin.
  18. Rektor Universitas Muhammadiyah Parepare, Semoga di tempat baru bisa lebih berkarya.
  19. Prof. Dr, dr. Dasril Daud, Dokter Ahli Anak, Dosen Universitas Hasanuddin. Selamat jalan, semoga, Allah SWT senantiasa memberikan rahmat, kesehatan kepada dokter Subari sekeluarga.
  20. Dr. Samiang Katu, Pembantu Rektor I Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Datang berkunjung khusus di kediaman kami. Terima kasih atas bantuan dokter membuka Prodi D 3 Kebidanan pada Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan UIN. Saya tidak dapat membahasakan rasa syukur kepada dokter sebagai guru dan orangtua.
  21. H. Kahfi Jamal, Wakil Ketua DPRD Propinsi Sulawesi Selatan. Selamatki pak tapi hilangki pendukungku di Makassar dengan pulangta ke kampung.
  22. Mardiana, S.SiT. M.Keb. Direktur AKBID Muhammadiyah Palopo. Selamatki, kami civitas Akademika menghaturkan ucapan terima kasih atas bantuan dan bimbingannya kepada kami. Jarak bukan batas untuk tidak bersilaturrahim.
  23. Darwis Muhdina, M.Ag. PR III Universitas Muhammadiyah Makassar, Mohon maaf, jauh dimata selalu dekat dihati.
  24. Armyn Oesman, Sp.OG. Direktur RSIA St. Khadijah. Mohon maaf, selamat jalan. Semoga rahmat Allah senantiasa tercurah kepada kita semua.
  25. Asriani, SKM. M.Kes. Direktur AKBID YAPMA Makassar. Mohon maaf, Kami doakan dokter sehat selalu semoga dikesempatan lain dapat bersilaturrahim.
  26. Aswin, Anggota Komisi Informasi dan Penyiaran Propinsi Sulawesi Selatan. Afwan Ustaz, mudah-mudahan sehat, dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Guru dan orangtua yang selalu mendorong generasi penerus untuk lebih maju.
  27. Sitti Khadijah, S.Kep. M.Kes. Wakil Direktur III AKBID Muhammadiyah Makassar. Setelah membaca SMSta’ menetes air mataku, karena aku sadar bahwa orang yang selama ini saya anggap sebagai orangtua betul sudah pergi jauh. Jasa dokter tak dapat kubalas, dan hanya kepada Allah kuharapkan balasannya.
  28. KH. Dahlan Yusuf, Ketua BPH Akademi-Akademi Kesehatan Muhammadiyah Makassar, periode 2010-2014. Semoga pak dokter sekeluarga tetap dalam lindungan Allah SWT dan tetap ingat Akademi-Akademi Kesehatan Muhammadiyah Makassar. Pak dokter telah banyak berbuat untuk Muhammadiyah Sulawesi Selatan.
  29. dr. H. Salahuddin Palloge, mantan Kadis Kesehatan Bone Sulsel, Asslkum.Wr.Wb., Iye dok. dr. H. Subari Damopolii dikenang sekali di RS Muhammadiyah Pinrang, karena berkat bantuannya RS ini sangat berkembang dengan baik. Salam hormat para pengelola RS. (Hj.Fatimah B. dkk).

Pulang Kampung

PULANG KAMPUNG

Pada akhir tahun 2010 terbetik hati untuk pulang kampung dan Alhamdulillah mendapat persetujuan sang Isteri tercinta Dra.Hj. Aisyah Daeng So’na. Koordinasi dengan anak-anak, adik, kemanakan dan cucu-cucu segera dilakukan dan mendapat sambutan yang baik.

Kemudian dibangunlah pondok kecil di Desa Bilalang 1 Kecamatan Kotamobagu Utara Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, yang diberi nama “PONDOK ASRI” (Pondok Aisyah Subari).

Mulai tanggal 5 Februari 2011, kami meninggalkan Makassar dan selanjutnya berdomisili di Kotamobagu.

Di Kampung melanjutkan kegiatan sebagai Dosen pada AKBID Bunda Kotamobagu, AKPER Totabuan Kotamobagu dan berupaya meningkatkan pengamalan Ajaran Agama Islam sebagai Mubaligh, serta membina Kajian Al Qur’an.

Insya Allah semua kemampuan fisik dan psikologis yang masih dimiliki, dipusatkan pada berbagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT, termasuk memotivasi keluarga untuk membangun Masjid “Amanah” di Bilalang 1 Kotamobagu.  

Masjid ini mulai dimanfaatkan untuk Shalat Jumu’ah pada tanggal 22 Jumadil Akhir 1434 H / 3 Mei 2013 M.

Sebagai Mubalig atau Da’i

SEBAGAI MUBALIG ATAU DA’I

Kegiatan ini dimulai dengan mengikuti Kursus Da’wah Mahasiswa Islam Universitas Hasanuddin tahun 1965.

Pada Kursus ini dibimbing oleh Dosen-dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Makassar dan ulama-ulama besar di Makassar.

Tahun 1965 ini saya mulai berkhotbah di masjid-masjid, sambil memper-dalam agama dengan mengikuti kajian-kajian dan dialog-dialog Tafsir Al Qur’an dan Al Hadits bersama Ulama-ulama kharismatik di Sulawesi Selatan atau yang datang dari Jawa, Sumatera dan lain-lain.

Ulama-ulama itu antara lain : Prof. Dr. Qurais Shihab, Dr. S. Madjidi, KH. Fathul Muin Dg Magading, KH. Abd. Djabbar Asyiri, KH.Bakri Wahid, KH. Syamsyu Marlin, KH. Djamaluddin Amin, KH. Sanusi Ma’gu’, Djama’in, Samir Imam Batua, para Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Qadir Gassing (Rektor IAIN), Prof. Dr. Muhyidin Zain, KH. Ahmad Muhammad, KH. Sanusi Baco LC, Prof. Dr. Hafid Al Hafidi dan banyak lagi yang lain.

Selain berkhotbah di masjid-majid di Kota Makassar dan Kabupaten2 se Sulawesi Selatan, juga mengisi ceramah-ceramah di kantor-kantor Pemerintah, Swasta, Perguruan Tinggi, RRI, TVRI, ditengah masyarakat desa, serta membawakan materi pada Seminar-seminar Keagamaan yang diadakan oleh komunitas Mahasiswa dan Organisasi Kemasyarakatan.

  1. Sebagai Mubalig, telah menyusun tulisan-tulisan berupa transkrip seperti :

1). Jamban Keluarga

2). Cara Berwudu

3). Cara Mandi dan Tayamum

4). Masbuq dalam Shalat Jamaah

5). Shalat Lail

6). Ukuran Panjangnya Shalat

7). Waktu-waktu Shalat

8). Shalat Dua Hari Raya.

9). Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw.

10). Hewan Sembelihan Dalam Agama Islam

11). Puasa Karena Membunuh tidak sengaja.

12). Islam dan Kesehatan

13). Pandangan Islam terhadap Immunisasi.

14). Narkoba dalam Pandangan Islam

15). Hikmat Allah.

16). Cara meningkatkan Iman.

Sampai pulang kampung dan berdomisili di Desa Bilalang 1 Kecamatan Kotamobagu Utara kegiatan ini berlanjut termasuk Kajian Al Qur’an yang sudah dibina sejak tahun 1972 di kediaman kami di Makassar.

Di Desa Bilalang 1 berusaha memotori pembangunan Masjid Amanah yang dijadikan pusat Dakwah.

Insya Allah fungsi Da’I ini dapat dijalankan sampai Allah SWT menghentikannya.

Kegiatan Dalam Organisasi Kemasyarakatan

KEGIATAN DALAM ORGANISASI KEMASYARAKATAN

Organisasi Kemasyarakatan yang saya masuki adalah Persyarikatan Muhammadiyah, yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan pada tanggal 8 Dzulhyijjah 1330 H bertepatan tahun 1912 M di Yogyakarta.

Tujuan organisasi ini adalah : Menjunjung Tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah Sahih.

Organisasi ini telah memiliki Ranting dan Cabang diseluruh pelosok Tanah Air, bahkan di Luar Negeri seperti Singapura, Malaysia, Mesir, Jepang, Thailand, negara-negara Eropa, Amerika, Asia dan Australia.

Pimpinannya dipilih dalam Musyawarah pada tiap tingkat (Ranting sampai Pusat) dan menjalankan tugas Pimpinan secara kolegial, selama satu periode lima tahunan.

Muhammadiyah adalah gerakan Islam yang sekarang ini telah meliputi Da’wah Islamiyah, Pendidikan, Sosial, Kesehatan, Ekonomi, Wakaf dan Kehartabendaan, Ketarjihan dan usaha lain dibidang kemasyarakatan. Semua kegiatan atau gerakan diatur dalam Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, dan Qaidah-qaidah yang berlaku dalam Persyarikatan.

Organisasi ini di Indonesia memiliki Ribuan Masjid dan Mushalla, Ribuan unit Pendidikan Pra Sekolah, Ribuan unit Pendidikan Dasar dan Menengah, Ribuan Panti Asuhan, Ratusan Perguruan Tinggi, Ratusan Sarana Pelayanan Kesehatan, dan Jutaan Hektar Tanah, yang merupakan harta kekayaan yang tidak dimiliki oleh organisasi kemasyarakatan apapun di Dunia ini.

Saya resmi menjadi Anggota Persyarikatan tahun 1968 dengan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah No. 474.604, setelah kurang lebih satu tahun mengikuti pengajian Pimpinan.

Sejak menjadi Anggota, langsung menjadi anggota Pimpinan Ranting Muhammadiyah ONTAMAS cabang Mamajang, daerah Kota Makassar.

Pada periode-periode selanjutnya sampai periode 2005 – 2010 saya memegang jabatan-jabatan berikut :

  • Anggota Muhammadiyah Tahun 1968, KTAM. 474.604.
  • Pimpinan Ranting Muhammadiyah ONTAMAS Makassar Th. 1968 – 1974.
  • Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Mamajang Makassar Th. 1974 – 1985.
  • Anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar Th. 1981 – 1985.
  • Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Takalar Th. 1985 – 1990.
  • Ketua Majelis Pembina Kesehatan PWM Sulsel 2 periode Th. 1990 – 2000.
  • Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan Th. 2000 – 2005.
  • Anggota Tanwir Muhammadiyah 2 periode Th. 1995 – 2005.
  • Pembantu Rektor II Universitas Muhammadiyah Makassar Th. 1992 – 1996.
  • Direktur Akademi Kebidanan Muhammadiyah Makassar Th. 2000 – 2010.
  • Penasehat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan Th. 2005 – 2010.
  • Wakil Ketua Konsorsium RS. Muhammadiyah se Indonesia Th. 2006 – 2010.
  • Anggota Lajnah Tarjih Muhammadiyah Sulawesi Selatan Th. 1974 – 2010.
  • Anggota Korps Mubaligh Muhammadiyah Th. 1968 – Insya Allah akhir hayat.

Pada tiap masa jabatan tersebut menjadi penggerak beberapa kegiatan Persyarikatan antara lain :

  1. Sebagai PRM ONTAMAS, melaksanakan program “Jamaah dan Dakwah Jamaah”.
  2. Sebagai PCM Mamajang, merenovasi Masjid Nurud Da’wah, meningkatkan/mengembangkan AUM Pendidikan dan Kesehatan, melanjutkan kegiatan Tadarusan sepeninggal Almarhum DR, S.Madjidi
  3. Sebagai Ketua Majelis Pembina Kesehatan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sul.Sel, berhasil membuka 6 (enam) Akademi Kesehatan Muhammadiyah yaitu Akademi Kesehatan Lingkungan (AKL), Akademi Keperawatan (AKPER), Akademi Tehnik Radiodiagnosis dan Terapi (ATRO), Akademi Tehnik Elektomedik (ATEM), Konversi Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) menjadi Akademi Kebidanan (AKBID), dan Akademi Analis Kesehatan (ANAKES). Membangun gedung dan fasilitas perkuliahan terpadu dari semua Akademi tersebut. Dibidang pelayanan kesehatan berhasil mengembangkan Rumah Bersalin di Kabupaten Tana Toraja, Palopo, Bulukumba, Wajo, Jeneponto, Pangkajene Kepulauan, Pinrang, Sidrap, Bantaeng, dan tiga Rumah Sakit Bersalin di Kota Makassar.
  4. Sebagai Anggota Tanwir, Aktif mengikuti sidang-sidang yang diadakan di Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang, Banjarmasin, Jakartaa, Aceh, Malang, Makassar, dan Mataram.
  5. Sebagai Direktur AKBID, berhasil meraih status terakreditasi bagi AKBID Muhammadiyah Makassar. Sejak tahun 2005- 2009 menjadi Ketua Forum Kebidanan se Wilayah Kopertis IX Sulawesi.
  6. Sebagai anggota Lajnah Tarjih Sulawesi Selatan, aktif mengikuti kegiatan tarjih dan sidang-sidang tarjih tingkat Wilayah maupun Pusat dengan materi antara lain, Masalah Basmalah, Lotrei Totaliter (LOTTO), Takbir Ied, Asuransi, Taswib, Kesenian dalam Islam, Adabul Mar’a Fil Islam, Tenaga Dalam, Shalat Tasbih, Zikir dan Do’a, Do’a Istighasya, Bank, Rokok, Multi Level Marketing (MLM), Peternakan Cacing, Masbuq Dalam Shalat Jamaah.
  7. Sebagai Mubalig, telah menyusun tulisan-tulisan berupa transkrip seperti :

1). Jamban Keluarga

2). Cara Berwudu

3). Cara Mandi dan Tayamum

4). Masbuq dalam Shalat Jamaah

5). Shalat Lail

6). Ukuran Panjangnya Shalat

7). Waktu-waktu Shalat

8). Shalat Dua Hari Raya.

9). Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw.

10). Hewan Sembelihan Dalam Agama Islam

11). Puasa Karena Membunuh tidak sengaja.

12). Islam dan Kesehatan

13). Pandangan Islam terhadap Immunisasi.

14). Narkoba dalam Pandangan Islam

15). Hikmat Allah.

16). Cara meningkatkan Iman.

Diantaranya ada yang dimuat dalam Majalah, Surat Kabar, dibawakan dalam seminar akademik dan disiarkan melalui Radio Republik Indonesia Studio Makassar.