Apa Kata Mereka ?

APA KATA MEREKA ?

Ketika saya dan keluarga akan pulang bermukim di Bilalang 1 Kotamobagu, mengirim pesan singkat (SMS) ke beberapa teman selama di Makassar untuk pamit dan minta maaf. Berikut ini jawaban mereka:

  1. Prof Dr. KH. Qadir Gassing, Rektor UIN Alauddin Makassar : “Selamat dok, jasanya kepada UIN terutama kepada Kebidanan, insya Allah akan abadi, semoga menjadi amal jariah. Selamat dok, pulang sebagai pemenang, terima kasih bantuannya. Wassalam”.
  2. Lintje Tulu, SKM. M.Kes, Direktur AKBID Sandi Karsa Makassar : Selamat jalan semoga dokter dan keluarga tetap sehat.
  3. H. Nurdin, SKM, M.Kes. Mantan Direktur Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo : Tolong alamatnya di Kotamobagu supaya silaturrahmi tetap tersambung.
  4. Maryam, SKM. M.Kes. Ketua Program Studi D III Kebidanan Universitas Indonesia Timur: “Saya yang harus minta maaf atas kesalahan yang disengaja maupun tidak, terima kasih atas bimbingannya selama ini”
  5. Prof Dr. KH Ambo Asse, Dosen UIN, Anggota PWM Sulawesi Selatan : Saya menilai cukup banyak jasanya pak dokter Subari di Muhammadiyah Sul-Sel-Bar. Kami sekeluarga minta maaf, mudah-mudahan masih ada kesempatan bertemu, saya bertanya dalam hati mengapa pak dokter mau meninggalkan Makassar.
  6. Drs. KH. Jalaluddin Sanusi Direktur Pesantren Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan” Saya rasa sedih membaca SMSnya pak dokter. Tapi itulah pilihan dokter dan keluarga. Saya doakan semoga dokter dan keluarga diberkati di tempat yang baru kampung halaman. Saya harap dokter dan keluarga memaafkan saya. Semoga jasa dan amal kebaikan dokter dan keluarga dibalas oleh Allah SWT dengan pahala yang banyak. Amin.
  7. Hasbi Abd. Samad, Aktivis AMM Parepare. Semoga bapak dokter dan ibu beserta keluarga tetap menjadi bagian keluarga khusus warga Muhammadiyah sulsel, perjalanan orangtua kami yang tercinta semoga masih panjang dan dapat berjumpa.
  8. Mansyur Qadir, M.Ag. Ketua Hisbul Wathan Sulsel. Selamat kembali ke kampung, dan tetap di bawah petunjuk dan Ridha Allah.
  9. Firdayanti, S.SiT, M.Keb. Dosen Kebidanan UIN Alauddin Makassar. Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat kepada dokter dan keluarga. Sebagai anak saya belum bisa membalas semua kebaikan dokter selama ini . Semoga selamat di tujuan. Dokter, kami sangat mengharapkan bisa ketemu lagi dan semoga dokter selalu dalam lindungan Allah SWT.
  10. Kens, S.Kep. M.Kes. Ketua STIKES Panakkukang, Maaf lahir batin, semoga sehat-sehat selalu.Kami selalu ingat masa-masa bersama dokter, dan semoga jalinan silaturrahim abadi.
  11. Panca Nurwahidin, M.Pd. Dosen UNISMUH Makassar, Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulsel. Tabe dokter, kami sekeluarga merasa sangat kehilangan kalau dokter meninggalkan Makassar. Kami mengenal bapak dokter merupakan sosok orangtua kami, guru/ustaz, yang memberi banyak pelajaran, keteladanan dan bapak sebagai manager handal yang mampu mengelola Akademi2 Kesehatan Muhammadiyah sehingga maju seperti sekarang. Kami tidak dapat membalas budi baik bapak kepada kami yang telah dengan tulus membina bahkan memberikan pekerjaan di awal ATEM berdiri. Mohon maaf atas segala kesalahan kami baik disengaja maupun tidak. Semoga amal budi bapak selama ini diterima disisi Allah SWT. Dari Panca dan Saleha Madjid.
  12. Drs. Syamsul Bachri, S.Pd. M.Si. Direktur Akademi Analis Kesehatan Muhammadiyah Makassar. Saya yang muda lebih banyak bersalah, maafkan. Bapak dan Ibu, dikau tetap kukenang manna bellai lampata karaeng, ri atingku langtangnga seng kurampe ki golla na kaluku. Meski baik jadi orang penting, namun jauh lebih penting menjadi peribadi yang baik. Itulah sosok BAPAK dan IBU.
  13. KH. Zainuddin Siala, Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) Akademi-Akademi Kesehatan Muhammadiyah Makassar periode 2002 – 2010. Terima kasih atas semua kebaikannya kepada saya dan keluarga. Semoga Allah selalu meridhai kita dimanapun berada. Sampai jumpa lagi, selamat jalan.
  14. Abd. Rahman Rahim, SE, MM. Pembantu Rektor I UNISMUH Makassar. Sangnging baji’taji ni urangi, karena tena nia kodinta’. Salamaki’ innake anne la’ lampaka mai ri Tokyo.
  15. Rayhan, Kepala Panti Asuhan Ummu Aiman Aisyiyah Cabang Mamajang Makassar. Jazakumullahu khairan, mohon maaf atas semua yang tidak berkenan. Saya banyak belajar pada dokter/ustaz dan mengambil pengalamanta’. Kami mendoakan dokter dan keluarga dalam lindungan Allah SWT.
  16. KH. Nazaruddin Razak, Dosen, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel periode 2000/2005 : Semoga dokter dan keluarga dalam hidayah/taufiq Allah. Harap silaturrahim tetap abadi. Ketika saya baca SMS dokter Subari, saya nangis ingat masa lalu ketika bersama mimpin Muhammadiyah. Ilalliqaa wa bi amanillah.
  17. H. Rasyid Saenong, Direktur RSB Khadijah IV Muhammadiyah Cabang Makassar. Selamat jalan semoga tiba dengan selamat. Maaf lahir batin.
  18. Rektor Universitas Muhammadiyah Parepare, Semoga di tempat baru bisa lebih berkarya.
  19. Prof. Dr, dr. Dasril Daud, Dokter Ahli Anak, Dosen Universitas Hasanuddin. Selamat jalan, semoga, Allah SWT senantiasa memberikan rahmat, kesehatan kepada dokter Subari sekeluarga.
  20. Dr. Samiang Katu, Pembantu Rektor I Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Datang berkunjung khusus di kediaman kami. Terima kasih atas bantuan dokter membuka Prodi D 3 Kebidanan pada Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan UIN. Saya tidak dapat membahasakan rasa syukur kepada dokter sebagai guru dan orangtua.
  21. H. Kahfi Jamal, Wakil Ketua DPRD Propinsi Sulawesi Selatan. Selamatki pak tapi hilangki pendukungku di Makassar dengan pulangta ke kampung.
  22. Mardiana, S.SiT. M.Keb. Direktur AKBID Muhammadiyah Palopo. Selamatki, kami civitas Akademika menghaturkan ucapan terima kasih atas bantuan dan bimbingannya kepada kami. Jarak bukan batas untuk tidak bersilaturrahim.
  23. Darwis Muhdina, M.Ag. PR III Universitas Muhammadiyah Makassar, Mohon maaf, jauh dimata selalu dekat dihati.
  24. Armyn Oesman, Sp.OG. Direktur RSIA St. Khadijah. Mohon maaf, selamat jalan. Semoga rahmat Allah senantiasa tercurah kepada kita semua.
  25. Asriani, SKM. M.Kes. Direktur AKBID YAPMA Makassar. Mohon maaf, Kami doakan dokter sehat selalu semoga dikesempatan lain dapat bersilaturrahim.
  26. Aswin, Anggota Komisi Informasi dan Penyiaran Propinsi Sulawesi Selatan. Afwan Ustaz, mudah-mudahan sehat, dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Guru dan orangtua yang selalu mendorong generasi penerus untuk lebih maju.
  27. Sitti Khadijah, S.Kep. M.Kes. Wakil Direktur III AKBID Muhammadiyah Makassar. Setelah membaca SMSta’ menetes air mataku, karena aku sadar bahwa orang yang selama ini saya anggap sebagai orangtua betul sudah pergi jauh. Jasa dokter tak dapat kubalas, dan hanya kepada Allah kuharapkan balasannya.
  28. KH. Dahlan Yusuf, Ketua BPH Akademi-Akademi Kesehatan Muhammadiyah Makassar, periode 2010-2014. Semoga pak dokter sekeluarga tetap dalam lindungan Allah SWT dan tetap ingat Akademi-Akademi Kesehatan Muhammadiyah Makassar. Pak dokter telah banyak berbuat untuk Muhammadiyah Sulawesi Selatan.
  29. dr. H. Salahuddin Palloge, mantan Kadis Kesehatan Bone Sulsel, Asslkum.Wr.Wb., Iye dok. dr. H. Subari Damopolii dikenang sekali di RS Muhammadiyah Pinrang, karena berkat bantuannya RS ini sangat berkembang dengan baik. Salam hormat para pengelola RS. (Hj.Fatimah B. dkk).
Iklan

Sebagai Pegawai Negeri Sipil (Dokter)

SEBAGAI PEGAWAI NEGERI SIPIL (DOKTER)

Karier Pegawai Negeri Sipil NIP. 140091245 Gol. III b mulai dikembangkan dari Puskesmas Non Inpres Polombangkeng Utara Takalar, dan otomatis menjadi Anggota KORPRI.

Puskesmas yang pada tahun-tahun sebelumnya hanya dikunjungi pasien kurang dari 1000 kasus pertahun, pada tahun 1979 naik menjadi 15.000 pertahun. Fasilitas dan jangkauan pelayanan ditingkatkan, kunjungan ke desa-desa dilaksanakan tiap pekan sehingga dalam waktu singkat fungsi Puskesmas dapat dipahami oleh masyarakat yang sekaligus memanfaatkanya.

Belum cukup satu tahun saya diusulkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar untuk mewakili Takalar mengikuti penilaian Dokter Teladan.

Tahun 1980 pindah lagi ke Puskesmas Batua di Kota Makassar sampai tahun 1983. Selama tiga tahun Puskesmas ini menjadi tempat studi banding bagi setiap peserta pelatihan Puskesmas se Indonesia Timur yang dilaksanakan di Makassar. Mulai tahun 1982 saya selain kepala Puskesmas juga menjadi anggota Tim Pelatih Manajemen Kesehatan di Indonesia Timur. Pada tahun 1983 dipromosikan menjadi Direktur Rumah Sakit Daerah Kabupaten Takalar sampai tahun 1988. Selanjutnya pindah lagi ke Rumah Sakit Kelas B di Makassar sebagai Kepala Bidang Penunjang sampai tahun 1990, lalu dipromosikan menjadi Wakil Direktur Penunjang Medis sampai tahun 1994. .

Rumah Sakit Dadi (Kelas B) dikonversi menjadi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Wahidin Sudirohusodo (Kelas A) sebagai Rumah Sakit Pendidikan dan Rujukan terbesar di Indonesia Timur.

Sebagai PNS saya tetap menempati eselon III A pada jabatan Kepala Bidang Pelayanan Medis sampai pensiun tanggal 1 Agustus 2000 pada pangkat/golongan IV C.

Disamping Kepala Bidang, saya mengetuai Tim Akreditasi Rumah Sakit, Satuan Pengawas Interen (SPI), Panitia Penilai Kredit Poin Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit, dan tahun 1994 – 1998 menjadi

Dosen Luar Biasa Fakultas Kedokteran UNHAS untuk mata kuliah Administerasi Rumah Sakit bagi Dokter Muda (Drs.Med) dan Residen.

Sebagai pejabat struktural di Rumah Sakit, juga merangkap Pimpinan Proyek Pembangunan Rumah Sakit tahun 1998 – 2000.

Pengawai Negeri Sipil tidak dilewati tanpa riak gelombang serta pasang surut akibat perkembangan politik dibawah pemerintahan Golongan Karya (GOLKAR). Karena tidak memiliki Nomor Pengenal Anggota Golkar (NPAG) sering mendapat intimidasi dengan ancaman dimutasi ke Daerah Terpencil. Pernah didaftar untuk melanjutkan pendidikan ke Magister Hospital Administration (MHA) di Pilipina, tetapi kemudian dibatalkan karena bukan Anggota Golkar. Lain lagi ketika Baperjakat Kanwil Departemen Kesehatan Sulawesi Selatan akan mencari pejabat untuk Wakil Direktur RSUP (Kelas A) DR. Wahidin Sudirohusodo juga digagalkan karena diketahui tidak hormat bendera kalau mengikuti upacara.

Sebaliknya semua Jabatan dan Tugas yang diberikan/diamanahkan oleh atasan selalu dilaksanakan dengan tulus dan rasa tanggung-jawab penuh, serta mengacu pada prinsip-prinsip manajemen.

Wajar jika Presiden Republik Indonesia pada bulan Desember 1999 menganugerahkan Piagam Tanda Kehomatan Satyalancana Karya Satya 20 Tahun.

Profesi dokter secara fungsional dijalankan pada Puskesmas dan Rumah Sakit tempat bertugas selama PNS dan sebagai Dokter Praktik Swasta di Rumah Jl. Mawas V No. 8 Makassar sejak tahun 1978 sampai tahun 2010.

Sebagai Dokter Umum selalu aktif mengikuti kemajuan dan perkembangan ilmu kedokteran dengan berlangganan majalah-majalah kesehatan serta mengikuti seminar-seminar kesehatan baik ditingkat daerah maupun Nasional.

Selama Pegawai Negeri, tidak terhitung berapa kali mengikuti Pelatihan, Kursus, Lokakarya sehubungan dengan tugas pokok dan fungsi (TUPOKSI), penjenjangan, kepegawaian dan administrasi.

Musim Haji tahun 1990 menjadi Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) kloter 1 embarkasi Makassar, dimana pada waktu itu terjadi peristiwa terowongan Mina yang mengakibatkan korban kira-kira 700 orang jamaah haji Indonesia meninggal. Alhamdulillah, atas pertolongan Allah, saya selamat dari musibah tersebut sekalipun juga terjebak dalam terowongan.