Menjadi orang Muhammadiyah harus berani dikafir-kafirkan, Berani diolok-olok, Bersedia diejek, Berani dikucilkan

AR. Fachrudin (Ketua Umum PP Muhammadiyah 1971-1985)

MUHAMMADIYAH itu bukan agama, dan bukan mazhab. Muhammadiyah itu juga bukan aliran. Muhammadiyah hanyalah nama suatu perkumpulan. Yang menjadi warga Muhammadiyah adalah rakyat Indonesia yang merasa cocok dan menyetujui maksud dan tujuan Muhammadiyah. Karenanya dia haruslah seorang yang beragama Islam.

Apakah benar bahwa syahadat orang Muhammadiyah itu berbeda dengan syahadatnya orang-orang Islam lainnya? Ada orang yg menceriterakan bahwa syahadatnya orang Muhammadiyah itu ucapannya: Asyhadu alla ila-ha illallah, Maliki yaumiddin.

Ah, tidak benar. Tidak demikian.

Syahadatnya orang Muhammadiyah adalah asyhadu alla ila-ha illallah wa-asyhadu anna muhammadarrasulullah.

Bagaimana rukun lslamnya orang Muhammadiyah?

Rukun Islamnya orang Muhammadiyah adalah: (1) Syahadat, (2) Shalat, (3) Zakat, (4) Puasa di bulan ramadhan, dan (5) Haji.

Bagaimana rukun iman-nya orang Muhammadiyah?

Rukun imannya orang Muhammadiyah juga ada enam. (1) Iman kepada Allah, (2) Iman kepada Malaikat, (3) Iman kepada Kitab-Kitab Allah, (4) Iman kepada Nabi, Rasul utusan Allah, (5) Iman kepada Hari Qiyamat, dan (6) Iman kepada Takdir.

Demikianlah, Syahadat, Rukun Islam dan Rukun Iman para anggota Muhammadiyah.

Siapa saja yang masuk menjadi anggota perkumpulan atau organisasi Muhammadiyah?

Ketika Kiai Haji Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah, dengan ikhlas beliau berdoa kepada Allah semoga setidak-tidaknya semua suku bangsa Indonesia oleh Allah dikaruniai kegembiraan memasuki perkumpulan Muhammadiyah. Doa dan permohonan itu diucapkan Kiai Dahlan pada tanggal 8 Dzulhijjah tahun 1330 Hijriyah bertepatan dengan tanggal 18 November 1912 Masehi.

Apakah doa dan permohonan Kiai Dahlan dewasa ini sudah terkabulkan?

Kalau dikabulkan, ya belum dikabulkan Allah secara sepenuhnya. Tetapi alhamdulillah, sudah bernama Iumayanlah. Di semua provinsi di Indonesia di tahun 1992 ini sudah berdiri Pimpinan Muhammadiyah kecuali di kota Dilli, Timor Timur, yang secara resmi belum berdiri.

Pada tahun-tahun permulaan, Kiai Dahlan juga memohon kepada Allah mudah-mudahan warga Muhammadiyah dikaruniai keikhlasan hati, bersedia mengurbankan harta, tenaga dan pikiran bagi tegak dan syiarnya agama Islam.

Apakah keinginan yang demikian itu sudah terwujudkan?

Kalau dikabulkan secara sepenuhnya, kiranya juga belum. Tetapi dapat disaksikan, kenyataannya juga sudah lumayan. Di cabang-cabang yang anggotanya masih berjumlah dua puluh-tiga puluh orang sudah mampu mendirikan sekolah Taman Kanak-kanak Aisyiyah dan Sekolah Dasar Muhammadiyah. Malah ada yang sudah mampu mendirikan Madrasah Diniyah Muhammadiyah.

Malah ada Saudara yang belum menjadi anggota Muhammadiyah sudah dengan ikhlas mendirikan Rumah Sakit Muhammadiyah. Juga ada warga Muhammadiyah, yang karena dipercaya menjadi Pimpinan Muhammadiyah yang tidak memperoleh gaji, secara ikhlas lebih memilih keluar dari pekerjaannya yang bergaji Rp 250.000.

Ada warga Muhammadiyah, yang di zaman penjajahan Belanda menjadi Raja di Gorontalo dengan mendapat tanah, kekuasaan dan gaji. Tetapi karena aktif memimpin dan menggerakkan Muhammadiyah, oleh Pemerintah Belanda diminta memilih. Menjadi Pimpinan Muhammadiyah tanpa gaji, atau memilih tetap menjadi Raja Gorontalo. Yang bersangkutan ternyata lebih memilih menjadi Pimpinan Muhammadiyah yang tanpa gaji tetapi dapat membela dan menegakkan agama Islam, agamanya Allah.

Malah ada saudara dari perkumpulan Nahdlatul Ulama di Sidoarjo, Jawa Timur, yang dengan ikhlas mendirikan gedung sekolah Muhammadiyah, mulai dari Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama hingga Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah.

Masih banyak lagi warga Muhammadiyah di Kalimantan, Sulawesi, Sumatra, dan Pulau Jawa dan lain-lainnya bersedia mewakafkan dan mengamaljariyahkan untuk tempat-tempat amal-amal usaha Muhammadiyah. Masjid dan mushalla, sekolah dan perguruan tinggi, rumah sakit, rumah yatim dan lain-lainnya. Malah di tahun 1991, seorang warga Muhammadiyah di Medan, Sumatra Utara, yang tidak bersedia disebut-sebut namanya, dengan ikhlas mewakafkan tanahnya seluas kurang lebih 25 hektar untuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

Jadi, alhamdulillah doa dan permohonan Kiai Haji Ahmad Dahlan sudah secara Iumayan dikabulkan oleh Allah, walau belum secara sempurna.

Apakah Bapak-bapak dan lbu-ibu berkeinginan masuk menjadi warga perkumpulan Muhammadiyah? Wah, jangan terburu-buru. Saya minta menyimak Muhammadiyah secara sungguh-sungguh dahulu. Menjadi orang Muhammadiyah harus berani dikafir-kafirkan. Berani diolok-olok. Bersedia diejek. Berani dikucilkan.

Menjadi orang Muhammadiyah harus sabar. Ada yang menyatakan orang Muhammadiyah itu bila kematian, seperti halnya tengah kematian kucing, tidak disurtanah, tidak melakukan peringatan 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari, 1000 hari atas hari kematiannya. Menjadi orang Muhammadiyah harus dengan hati dan sikap yang mantap. Tidak boleh setengah-setengah, ragu-ragu.

Menjadi orang Muhammadiyah harus dengan niat yang satu. Niat beribadah kepada Allah dengan ikhlas, mengikuti perintah-perintah Allah. Melaksanakan contoh-contoh yang diteladankan Nabi Muhammad Saw.

Menjadi orang Muhammadiyah harus mengikuti Imam Maliki, Imam Hanafi, Imam Syafi’i, dan Imam Hambali—berdasar pedoman, semuanya itu sesuai dengan tuntunan dan gerak langkah Nabi Muhammad Saw.

Apakah kalau sudah masuk Muhammadiyah tentu masuk surga?

Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah, apakah seseorang akan masuk surga karena amal-amalnya? Rasulullah bersabda, “Tidak seorang pun dapat masuk surga karena amal perbuatannya. Saya sendiri juga tidak akan masuk surga karena amal perbuatanku. Kecuali bila mendapat KE-RIDHA-AN dari Allah.”

Orang Muhammadiyah dan siapa pun juga bila tidak mendapatkan ridha dari Allah, tidak bakal masuk surga. Karenanya, bila menjadi warga Muhammadiyah harus selalu berupaya mencari keridhaan Allah SWT, dengan cara:

  1. Tauhidnya harus dimantapkan dengan sungguh-sungguh. Dalam menghayati dan mengamalkan surat Ikhlas, harus secara sungguh-sungguh. Allahu ahad, Allah itu Esa tanpa siapa-siapa. Allahu shamad, Allah menjadi pusat dan tempat segala permohonan. Lam yalid walam yuIad, tidak berputra dan tidak diputrakan. Walam yakun lahu kufuwan ahad. Tidak ada sesuatu pun dan siapa pun yang menyamainya.
  2. Orang Muhammadiyah, ketika mengerjakan shalat wajib, harus berusaha secara jamaah. Harus bisa berjamaah dengan siapa pun juga sesama orang Islam. Karena Rasulullah bila menjalankan shalat fardhu hampir tidak pernah melakukannya secara sendirian. Bila menyaksikan seseorang melaksanakan shalat fardhu secara sendirian, Rasulullah kemudian memerintahkan agar ada yang menjadi makmum.
  3. Bila Saudara sudah menjadi warga Muhammadiyah—pria atau wanita—harus berakhlak karimah, berbudi pekerti yang luhur. Jangan sampai mempunyai sifat angkuh, memiliki rasa adigang-adigung kepada sesama. Apalagi kepada rakyat kecil, kepada mereka yang tengah tertimpa musibah, orang melarat, anak yatim.

Memang berat menjadi warga Muhammadiyah dan Aisyiyah. Karenanya jangan terburu-buru masuk perkumpulan Muhammadiyah. Saya minta untuk berpikir dan merenungkannya dengan sungguh-sungguh terlebih dahulu.

Menjadi orang Muhammadiyah itu harus dengan niat yang ikhlas, beribadah dan mengharapkan keridhaan Allah. Perumpamaannya, legan golek momongan, nganggur golek gaweyan. Benar, sungguh-sungguh amat berat.

Sekali lagi, jangan terburu-buru masuk Muhammadiyah. Tetapi bila Saudara sudah masuk Muhammadiyah, seyogianya:

  1. Dengan sungguh-sungguh mempelajari Al-Quran. Ya bacaannya, ya maknanya. Juga arti dan maksudnya. Mempelajarinya secara sendiri-sendiri, silakan. Tetapi kalau harus berguru, sebaiknya kepada mereka yang lebih memahami dan memahamkan.
  2. Bersedia menghayati riwayat, tindak-tanduk Rasulullah Saw. Ya akhlaknya, ya segala tindak-tanduknya.
  3. Bersedia mengajak kepada seluruh anggota keluarga-istri, anak-anak, sanak saudara dan para tetangga-dengan hati yang ikhlas, penuh kesabaran, lemah lembut dan dengan telaten.

Dengan selalu mengharapkan pertolongan dari Allah SWT, saya minta Saudara yakin. Insya Allah, Allah tentu akan memberikan pertolongan kepada siapa saja yang mendekat, mengharapkan dan yang selalu menyebarkan dan menegakkan agama Allah.

(Artikel ini disunting oleh: Yusuf Maulana. Pernah dimuat dalam buku “Pesan dan Warisan Pak AR.”, Soeparni S Adhy [ed.], 1995, Yogyakarta: PT BP Kedaulatan Rakyat, halaman 43-47).

Iklan

Apa Kata Mereka ?

APA KATA MEREKA ?

Ketika saya dan keluarga akan pulang bermukim di Bilalang 1 Kotamobagu, mengirim pesan singkat (SMS) ke beberapa teman selama di Makassar untuk pamit dan minta maaf. Berikut ini jawaban mereka:

  1. Prof Dr. KH. Qadir Gassing, Rektor UIN Alauddin Makassar : “Selamat dok, jasanya kepada UIN terutama kepada Kebidanan, insya Allah akan abadi, semoga menjadi amal jariah. Selamat dok, pulang sebagai pemenang, terima kasih bantuannya. Wassalam”.
  2. Lintje Tulu, SKM. M.Kes, Direktur AKBID Sandi Karsa Makassar : Selamat jalan semoga dokter dan keluarga tetap sehat.
  3. H. Nurdin, SKM, M.Kes. Mantan Direktur Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo : Tolong alamatnya di Kotamobagu supaya silaturrahmi tetap tersambung.
  4. Maryam, SKM. M.Kes. Ketua Program Studi D III Kebidanan Universitas Indonesia Timur: “Saya yang harus minta maaf atas kesalahan yang disengaja maupun tidak, terima kasih atas bimbingannya selama ini”
  5. Prof Dr. KH Ambo Asse, Dosen UIN, Anggota PWM Sulawesi Selatan : Saya menilai cukup banyak jasanya pak dokter Subari di Muhammadiyah Sul-Sel-Bar. Kami sekeluarga minta maaf, mudah-mudahan masih ada kesempatan bertemu, saya bertanya dalam hati mengapa pak dokter mau meninggalkan Makassar.
  6. Drs. KH. Jalaluddin Sanusi Direktur Pesantren Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan” Saya rasa sedih membaca SMSnya pak dokter. Tapi itulah pilihan dokter dan keluarga. Saya doakan semoga dokter dan keluarga diberkati di tempat yang baru kampung halaman. Saya harap dokter dan keluarga memaafkan saya. Semoga jasa dan amal kebaikan dokter dan keluarga dibalas oleh Allah SWT dengan pahala yang banyak. Amin.
  7. Hasbi Abd. Samad, Aktivis AMM Parepare. Semoga bapak dokter dan ibu beserta keluarga tetap menjadi bagian keluarga khusus warga Muhammadiyah sulsel, perjalanan orangtua kami yang tercinta semoga masih panjang dan dapat berjumpa.
  8. Mansyur Qadir, M.Ag. Ketua Hisbul Wathan Sulsel. Selamat kembali ke kampung, dan tetap di bawah petunjuk dan Ridha Allah.
  9. Firdayanti, S.SiT, M.Keb. Dosen Kebidanan UIN Alauddin Makassar. Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat kepada dokter dan keluarga. Sebagai anak saya belum bisa membalas semua kebaikan dokter selama ini . Semoga selamat di tujuan. Dokter, kami sangat mengharapkan bisa ketemu lagi dan semoga dokter selalu dalam lindungan Allah SWT.
  10. Kens, S.Kep. M.Kes. Ketua STIKES Panakkukang, Maaf lahir batin, semoga sehat-sehat selalu.Kami selalu ingat masa-masa bersama dokter, dan semoga jalinan silaturrahim abadi.
  11. Panca Nurwahidin, M.Pd. Dosen UNISMUH Makassar, Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulsel. Tabe dokter, kami sekeluarga merasa sangat kehilangan kalau dokter meninggalkan Makassar. Kami mengenal bapak dokter merupakan sosok orangtua kami, guru/ustaz, yang memberi banyak pelajaran, keteladanan dan bapak sebagai manager handal yang mampu mengelola Akademi2 Kesehatan Muhammadiyah sehingga maju seperti sekarang. Kami tidak dapat membalas budi baik bapak kepada kami yang telah dengan tulus membina bahkan memberikan pekerjaan di awal ATEM berdiri. Mohon maaf atas segala kesalahan kami baik disengaja maupun tidak. Semoga amal budi bapak selama ini diterima disisi Allah SWT. Dari Panca dan Saleha Madjid.
  12. Drs. Syamsul Bachri, S.Pd. M.Si. Direktur Akademi Analis Kesehatan Muhammadiyah Makassar. Saya yang muda lebih banyak bersalah, maafkan. Bapak dan Ibu, dikau tetap kukenang manna bellai lampata karaeng, ri atingku langtangnga seng kurampe ki golla na kaluku. Meski baik jadi orang penting, namun jauh lebih penting menjadi peribadi yang baik. Itulah sosok BAPAK dan IBU.
  13. KH. Zainuddin Siala, Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) Akademi-Akademi Kesehatan Muhammadiyah Makassar periode 2002 – 2010. Terima kasih atas semua kebaikannya kepada saya dan keluarga. Semoga Allah selalu meridhai kita dimanapun berada. Sampai jumpa lagi, selamat jalan.
  14. Abd. Rahman Rahim, SE, MM. Pembantu Rektor I UNISMUH Makassar. Sangnging baji’taji ni urangi, karena tena nia kodinta’. Salamaki’ innake anne la’ lampaka mai ri Tokyo.
  15. Rayhan, Kepala Panti Asuhan Ummu Aiman Aisyiyah Cabang Mamajang Makassar. Jazakumullahu khairan, mohon maaf atas semua yang tidak berkenan. Saya banyak belajar pada dokter/ustaz dan mengambil pengalamanta’. Kami mendoakan dokter dan keluarga dalam lindungan Allah SWT.
  16. KH. Nazaruddin Razak, Dosen, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel periode 2000/2005 : Semoga dokter dan keluarga dalam hidayah/taufiq Allah. Harap silaturrahim tetap abadi. Ketika saya baca SMS dokter Subari, saya nangis ingat masa lalu ketika bersama mimpin Muhammadiyah. Ilalliqaa wa bi amanillah.
  17. H. Rasyid Saenong, Direktur RSB Khadijah IV Muhammadiyah Cabang Makassar. Selamat jalan semoga tiba dengan selamat. Maaf lahir batin.
  18. Rektor Universitas Muhammadiyah Parepare, Semoga di tempat baru bisa lebih berkarya.
  19. Prof. Dr, dr. Dasril Daud, Dokter Ahli Anak, Dosen Universitas Hasanuddin. Selamat jalan, semoga, Allah SWT senantiasa memberikan rahmat, kesehatan kepada dokter Subari sekeluarga.
  20. Dr. Samiang Katu, Pembantu Rektor I Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Datang berkunjung khusus di kediaman kami. Terima kasih atas bantuan dokter membuka Prodi D 3 Kebidanan pada Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan UIN. Saya tidak dapat membahasakan rasa syukur kepada dokter sebagai guru dan orangtua.
  21. H. Kahfi Jamal, Wakil Ketua DPRD Propinsi Sulawesi Selatan. Selamatki pak tapi hilangki pendukungku di Makassar dengan pulangta ke kampung.
  22. Mardiana, S.SiT. M.Keb. Direktur AKBID Muhammadiyah Palopo. Selamatki, kami civitas Akademika menghaturkan ucapan terima kasih atas bantuan dan bimbingannya kepada kami. Jarak bukan batas untuk tidak bersilaturrahim.
  23. Darwis Muhdina, M.Ag. PR III Universitas Muhammadiyah Makassar, Mohon maaf, jauh dimata selalu dekat dihati.
  24. Armyn Oesman, Sp.OG. Direktur RSIA St. Khadijah. Mohon maaf, selamat jalan. Semoga rahmat Allah senantiasa tercurah kepada kita semua.
  25. Asriani, SKM. M.Kes. Direktur AKBID YAPMA Makassar. Mohon maaf, Kami doakan dokter sehat selalu semoga dikesempatan lain dapat bersilaturrahim.
  26. Aswin, Anggota Komisi Informasi dan Penyiaran Propinsi Sulawesi Selatan. Afwan Ustaz, mudah-mudahan sehat, dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Guru dan orangtua yang selalu mendorong generasi penerus untuk lebih maju.
  27. Sitti Khadijah, S.Kep. M.Kes. Wakil Direktur III AKBID Muhammadiyah Makassar. Setelah membaca SMSta’ menetes air mataku, karena aku sadar bahwa orang yang selama ini saya anggap sebagai orangtua betul sudah pergi jauh. Jasa dokter tak dapat kubalas, dan hanya kepada Allah kuharapkan balasannya.
  28. KH. Dahlan Yusuf, Ketua BPH Akademi-Akademi Kesehatan Muhammadiyah Makassar, periode 2010-2014. Semoga pak dokter sekeluarga tetap dalam lindungan Allah SWT dan tetap ingat Akademi-Akademi Kesehatan Muhammadiyah Makassar. Pak dokter telah banyak berbuat untuk Muhammadiyah Sulawesi Selatan.
  29. dr. H. Salahuddin Palloge, mantan Kadis Kesehatan Bone Sulsel, Asslkum.Wr.Wb., Iye dok. dr. H. Subari Damopolii dikenang sekali di RS Muhammadiyah Pinrang, karena berkat bantuannya RS ini sangat berkembang dengan baik. Salam hormat para pengelola RS. (Hj.Fatimah B. dkk).

Kegiatan Dalam Organisasi Kemasyarakatan

KEGIATAN DALAM ORGANISASI KEMASYARAKATAN

Organisasi Kemasyarakatan yang saya masuki adalah Persyarikatan Muhammadiyah, yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan pada tanggal 8 Dzulhyijjah 1330 H bertepatan tahun 1912 M di Yogyakarta.

Tujuan organisasi ini adalah : Menjunjung Tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah Sahih.

Organisasi ini telah memiliki Ranting dan Cabang diseluruh pelosok Tanah Air, bahkan di Luar Negeri seperti Singapura, Malaysia, Mesir, Jepang, Thailand, negara-negara Eropa, Amerika, Asia dan Australia.

Pimpinannya dipilih dalam Musyawarah pada tiap tingkat (Ranting sampai Pusat) dan menjalankan tugas Pimpinan secara kolegial, selama satu periode lima tahunan.

Muhammadiyah adalah gerakan Islam yang sekarang ini telah meliputi Da’wah Islamiyah, Pendidikan, Sosial, Kesehatan, Ekonomi, Wakaf dan Kehartabendaan, Ketarjihan dan usaha lain dibidang kemasyarakatan. Semua kegiatan atau gerakan diatur dalam Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, dan Qaidah-qaidah yang berlaku dalam Persyarikatan.

Organisasi ini di Indonesia memiliki Ribuan Masjid dan Mushalla, Ribuan unit Pendidikan Pra Sekolah, Ribuan unit Pendidikan Dasar dan Menengah, Ribuan Panti Asuhan, Ratusan Perguruan Tinggi, Ratusan Sarana Pelayanan Kesehatan, dan Jutaan Hektar Tanah, yang merupakan harta kekayaan yang tidak dimiliki oleh organisasi kemasyarakatan apapun di Dunia ini.

Saya resmi menjadi Anggota Persyarikatan tahun 1968 dengan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah No. 474.604, setelah kurang lebih satu tahun mengikuti pengajian Pimpinan.

Sejak menjadi Anggota, langsung menjadi anggota Pimpinan Ranting Muhammadiyah ONTAMAS cabang Mamajang, daerah Kota Makassar.

Pada periode-periode selanjutnya sampai periode 2005 – 2010 saya memegang jabatan-jabatan berikut :

  • Anggota Muhammadiyah Tahun 1968, KTAM. 474.604.
  • Pimpinan Ranting Muhammadiyah ONTAMAS Makassar Th. 1968 – 1974.
  • Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Mamajang Makassar Th. 1974 – 1985.
  • Anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar Th. 1981 – 1985.
  • Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Takalar Th. 1985 – 1990.
  • Ketua Majelis Pembina Kesehatan PWM Sulsel 2 periode Th. 1990 – 2000.
  • Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan Th. 2000 – 2005.
  • Anggota Tanwir Muhammadiyah 2 periode Th. 1995 – 2005.
  • Pembantu Rektor II Universitas Muhammadiyah Makassar Th. 1992 – 1996.
  • Direktur Akademi Kebidanan Muhammadiyah Makassar Th. 2000 – 2010.
  • Penasehat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan Th. 2005 – 2010.
  • Wakil Ketua Konsorsium RS. Muhammadiyah se Indonesia Th. 2006 – 2010.
  • Anggota Lajnah Tarjih Muhammadiyah Sulawesi Selatan Th. 1974 – 2010.
  • Anggota Korps Mubaligh Muhammadiyah Th. 1968 – Insya Allah akhir hayat.

Pada tiap masa jabatan tersebut menjadi penggerak beberapa kegiatan Persyarikatan antara lain :

  1. Sebagai PRM ONTAMAS, melaksanakan program “Jamaah dan Dakwah Jamaah”.
  2. Sebagai PCM Mamajang, merenovasi Masjid Nurud Da’wah, meningkatkan/mengembangkan AUM Pendidikan dan Kesehatan, melanjutkan kegiatan Tadarusan sepeninggal Almarhum DR, S.Madjidi
  3. Sebagai Ketua Majelis Pembina Kesehatan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sul.Sel, berhasil membuka 6 (enam) Akademi Kesehatan Muhammadiyah yaitu Akademi Kesehatan Lingkungan (AKL), Akademi Keperawatan (AKPER), Akademi Tehnik Radiodiagnosis dan Terapi (ATRO), Akademi Tehnik Elektomedik (ATEM), Konversi Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) menjadi Akademi Kebidanan (AKBID), dan Akademi Analis Kesehatan (ANAKES). Membangun gedung dan fasilitas perkuliahan terpadu dari semua Akademi tersebut. Dibidang pelayanan kesehatan berhasil mengembangkan Rumah Bersalin di Kabupaten Tana Toraja, Palopo, Bulukumba, Wajo, Jeneponto, Pangkajene Kepulauan, Pinrang, Sidrap, Bantaeng, dan tiga Rumah Sakit Bersalin di Kota Makassar.
  4. Sebagai Anggota Tanwir, Aktif mengikuti sidang-sidang yang diadakan di Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang, Banjarmasin, Jakartaa, Aceh, Malang, Makassar, dan Mataram.
  5. Sebagai Direktur AKBID, berhasil meraih status terakreditasi bagi AKBID Muhammadiyah Makassar. Sejak tahun 2005- 2009 menjadi Ketua Forum Kebidanan se Wilayah Kopertis IX Sulawesi.
  6. Sebagai anggota Lajnah Tarjih Sulawesi Selatan, aktif mengikuti kegiatan tarjih dan sidang-sidang tarjih tingkat Wilayah maupun Pusat dengan materi antara lain, Masalah Basmalah, Lotrei Totaliter (LOTTO), Takbir Ied, Asuransi, Taswib, Kesenian dalam Islam, Adabul Mar’a Fil Islam, Tenaga Dalam, Shalat Tasbih, Zikir dan Do’a, Do’a Istighasya, Bank, Rokok, Multi Level Marketing (MLM), Peternakan Cacing, Masbuq Dalam Shalat Jamaah.
  7. Sebagai Mubalig, telah menyusun tulisan-tulisan berupa transkrip seperti :

1). Jamban Keluarga

2). Cara Berwudu

3). Cara Mandi dan Tayamum

4). Masbuq dalam Shalat Jamaah

5). Shalat Lail

6). Ukuran Panjangnya Shalat

7). Waktu-waktu Shalat

8). Shalat Dua Hari Raya.

9). Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw.

10). Hewan Sembelihan Dalam Agama Islam

11). Puasa Karena Membunuh tidak sengaja.

12). Islam dan Kesehatan

13). Pandangan Islam terhadap Immunisasi.

14). Narkoba dalam Pandangan Islam

15). Hikmat Allah.

16). Cara meningkatkan Iman.

Diantaranya ada yang dimuat dalam Majalah, Surat Kabar, dibawakan dalam seminar akademik dan disiarkan melalui Radio Republik Indonesia Studio Makassar.

Sebagai Guru dan Dosen

SEBAGAI GURU DAN DOSEN

Guru atau Dosen menurut saya adalah orang-orang yang bekerja dengan ikhlas dan dedikasi tinggi mengamalkan ilmu yang dimiliki untuk mencerdaskan generasi penerus mencapai sumber daya manusia profesional, berdayasaing dan berakhlak mulia.

Sedikit ilmu dan sedikit kemampuan yang diberikan Allah, saya melibatkan diri melaksanakan tugas guru atau dosen walaupun selaku tenaga guru honor atau dosen luar biasa, dan didukung pula oleh adanya institusi pendidikan yang membutuhkan baik negeri maupun swasta.

Tugas guru mulai saya jalani tahun ajaran 1965/1966 di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri I Makassar, setelah memperoleh ijazah Sarjana Muda (BA) pada Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Membagi waktu untuk kuliah dan mengajar tidak mudah, namun harus saya jalani karena disamping mengamalkan ilmu, juga maksud lain adalah ingin mendapatkan dana untuk kebutuhan hidup dan biaya sekolah.

Saya dipercayakan mata ajar Biologi di kelas I, Ilmu Ukur Ruang di kelas I dan II, serta Ilmu Pesawat atau Ilmu Gaya di kelas III. Tugas ini saya laksanakan sampai tahun ajaran 1975/1976. Sekalipun sebagai guru honor, namun Kepala SMA bapak Drs. Edi Waworuntu yang kemudian diganti oleh Makutaknang Daeng Nuntung cukup memberi apresiasi mengenai disiplin mengajar dan metode yang digunakan. Pada kurun waktu ini saya dipercayakan juga mengajarkan Ilmu Fisika pada beberapa angkatan Kursus Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama (KPGSLP) di Makassar dan Madrazah Tsanawiyah Muhammadiyah Cabang Mamajang Makassar.

Pada tahun 1975 – 1978 saya memanfaatkan semua waktu untuk penyelesaian study dokter, dan Alhamdulillah tanggal 15 Juli 1978 saya mengucapkan sumpah sebagai dokter.

Mulai tahun ajaran 1978 / 1979 kembali menjadi guru Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) Depkes dan SPK Muhammadiyah Makassar sampai tahun ajaran 1998 / 1999.

Sebagai Dosen, tahun 1990 – 2010, dijalani pada Fakultas Agama Universitas Muhammadiyah Makassar, Akademi Kesehatan Lingkungan (AKL), Akademi Tehnik Radiodiagnostik dan Terapi (ATRO), Akademi Tehnik Elektro Medik (ATEM), Akademi Kebidanan (AKBID), dan Akademi Analis Kesehatan (ANAKES) milik Muhammadiyah di Makassar, yang didirikan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan atas inisiatif saya selaku Ketua Majelis Pembina Kesehatan PWM Sulawesi Selatan 2 periode.  

Tahun 1999 – 2010 saya menjadi Direktur Akademi Kebidanan (AKBID) Muhammadiyah Makassar. Sebagai Dosen tercatat secara Nasional dengan Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN): 09-0308-4401.

Mulai tahun 2011 menjadi Dosen AKBID Bunda Kotamobagu dan AKPER Totabuan Kotamobagu.